Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Lomba Karya Cipta Kreativitas dan Inovasi INAICTA ke-8 Ditutup

MAJALAH ICT – Jakarta. Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemkomino, Bambang Heru Tjahyono mengatakan Indonesia ICT Award (INAICTA) 2014, yang memasuki tahun penyelenggaraan ke-8 merupakan ajang lomba karya cipta kreativitas dan inovasi di bidang TIK terbesar di Indonesia.

Menurut Bambang, Tujuan kegiatan INAICTA 2014 ini untuk mendorong terus berkembangnya produk-produk teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK), lokal dengan peningkatan kualitas maupun inovasi produk. Tidak hanya bagi pengembang individu, tapi juga bagi komunitas untuk pemberdayaan masyarakat.

"Diharapkan INAICTA ini dapat menjadi sarana untuk peningkatan inovasi dan kreatifitas masyarakat di bidang ICT sehingga karyanya berguna untuk pemberdayaan masyarakat luas. Kami tidak yang ingin muluk-muluk, tetapi karya-karya yang dihasilkan dalam INAICTA ini dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas."kata Bambang pada  pada malam penghargaan INAICTA 2014, di Balai Kartini, Jakarta.

Sementara itu, Ketua Panitia INAICTA 2014, Adreas Surya menjelaskan bahwa katagori yang dilombakan sedikit berbeda dengan tahun lalu. Penjurian INAICTA 2014 akan dibagi 15 katagori anatar lain Health and Wellbeing, Tourisme and Hospital, Micro and SME, Education, Games, Animation, Public Service, Reasearch & Development, e-Inclusion and Sosial Entrepreneurship, Applicative Robot.

Selanjutnya, dikelompok pelajar dan mahasiswa adalah, Student Project SD and SMP, Student Project SMA & SMK, Student Project Perguruang Tinggi, Games Perguruang Tinggi dan Animasi Perguruang Tinggi. "sebagai upaya maksimalkan potensi yang ada INAICTA 2014 menyoroti trend dan potensi perkembangan industri TIK melalui konferensi, workshop, dan eksibisi.

Produk dan karya unggulan Pemenang INAICTA 2014 akan diikutsertakan pada kompentisi selanjutnya ditingkat ASEAN ICT Award (AICTA) dan Asia Pasifik ICT Association (APICTA. "Hal ini bisa berdaya saing baik secara nasional maupun internasional yang dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," katanya sebagaimana dilansir situs Kementerian.