Search
Minggu 18 Januari 2026
  • :
  • :

Manajemen Go-Jek Mengaku Rugi, Pengemudi Bersiap Mogok Besar-besaran

MAJALAH ICT – Jakarta. Manajemen Go-Jek di bawah CEO Nadiem Makarim mengaku merugi dengan bisnis usahanya. Untuk mengurangi kerugian, manajemen Go-Jek akan mengurangi tarif pemasukan bagi pengemudi per hari ini lebih bertujuan untuk mengurangi kerugian dan demi menjamin kesejahteraan pengemudi beserta keluarganya.

Demikian hal tersebut disampaikan manajemen Go-Jek melalui pesan singkat kepada para penemudi Go-Jek. Menurut SMS yang beredar, dinyatakan bahwa sejak sebelum Agustus, manajemen telah mengeluarkan dana untuk promosi agar order yang didapat driver meningkat. "Sejak saat itu sampai saat ini, manajemen tetap beroperasi dengan merugi demi kesejahteraan rekan-rekan driver," kata manajemen Go-Jek.

Karena itu, tambah manajemen Go-Jek, maka akan ada pengurangan tarif pemasukan bagi pengemudi per hari ini. "Semua perubahan ini sudah kami pertimbangkan dengan sangat seksama, dan keputusan ini diambil agar Go-Jek dapat maju dan dapat makin mensejahterakan semua pihak, terutama rekan-rekan driver," tulis manajemen lagi.

Menghadapi kenyataan bahwa pendapatannya akan dikurangi, para peng-gojek berencana untuk mogok kerja. Informasi soal mogok kerja sudah disebarkan dari mulut ke mulut. Dan direncanakan, akan digelar mogok besar-besar pada Selasa ini (3/11/2015).

Selain soal pengurangan endapatan, pengemudi Go-Jek juga merasa sudah habis kesabarannya karena banyak kebijakan akhir-akhir ini merugikan pengemudi. "Biaya antar pelanggan  sebulan ini makin lama makin kecil. Kemudian pembyaran juga tertunda dengan alasan yang tidak jelas," kata seorang peng-gojek kepada Majalah ICT.