Search
Kamis 13 Juni 2024
  • :
  • :

Mantan BRTI Sesalkan Ada Operator Tetap Terapkan Biaya Interkoneksi Baru

MAJALAH ICT – Jakarta. Mantan Anggpta Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia M. Ridwan Effendi menyesalkan sikap Indosat, XL dan Tri yang tetap ingin menerapkan biaya interkoneksi baru, meski Kementerian Komunikasi dan Informatika menunda pemberlakuannya. Menurut Ridwan yang juga Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB M. Ridwan Effendi, operator tersebut ingin untung dua kali dengan pemberlakuan biaya interkoneksi baru tersebut. 

“Biaya jaringan Indosat dan XL sudah di bawah Rp.204. Biaya jaringan Indosat di sekitar Rp.86 dan XL Rp.65. Itu menurut perhitungan mereka. Jadi betul mereka akan untung dua kali, jika tarif interkoneksi diberlakukan simetris pada Rp 204. Sedangkan Telkomsel akan rugi dua kali,” kata Ridwan.

Dijelaskannya mengenai dua kali untung, kata Ridwan, pertama biaya jaringan XL dan Indosat masing-masing Rp.65 dan Rp.86. Dari sini, dengan menerapkan biaya interkoneksi yang baru (Rp 204), XL untung Rp 139, sedangkan Indosat untung Rp.118 per menit percakapan. “Ini keuntungan pertama Indosat dan XL,” kata Ridwan.

Kemudian, keuntungan kedua, ketika ada pelanggan Indosat Ooredoo menelepon ke pelanggan Telkomsel, perusahaan milik Ooredoo Qatar ini hanya membayar biaya interkoneksi sebesar Rp 204, bukan lagi 250 per menit. Demikian juga dengan XL. “Jadi, Indosat dan XL di sini untung lagi Rp.46,” tambahnya.

Menurut Ridwan, bagi masyarakat tidak ada keuntungan signifikan yang bisa mereka nikmati. Bahkan, operator telekomunikasi milik Axiata Malaysia dan Ooredoo Qatar itulah yang akan menikmati keuntungan. “Bagaimana masyarakat bisa menikmati keuntungan, biaya interkoneksi hanya turun Rp 46, sedangkan tarif offnet yang dibebankan kepada masyarakat di kisaran Rp. 2000 per menit. Jadi, keuntungan itu akan jadi tambahan keuntungan perusahaan,” kata Ridwan.

Ridwan juga menyerang mengenai keengganan Indosat, XL, Tri dan Smartfren untuk memenuhi kewajibannya membangun jaringan telekomunikasi di seluruh pelosok Tanah Air. Selama ini, Telkomsel dan Telkom yang membangun jaringan telekomunikasi hingga ke seluruh pelosok Nusantara, bahkan hingga ke daerah perbatasan dengan negara-negara tetangga.

“Mereka kan hanya membangun di daerah perkotaan saja. XL, bahkan, semuanya 100% yang bangun jaringan adalah Huawei, dan XL tinggal sewa saja. Makanya biaya jaringannya murah banget,” pungkas Ridwan.