Search
Senin 17 Juni 2024
  • :
  • :

Mastel dan APJII Nilai Lemahnya Literasi Digital Jadi Pemicu Penyebaran Hoax di Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan Asosiasi Jasa Internet Indonesia (APJII) sepakat menyatakan bahwa lemahnya literasi digital merupakan pemicu penyebaran berita bohong  atau hoax di Indonesia. Mastel dan APJII berharap bisa berkontribusi untuk mengurangi bahkan memberantas berita hoax yang menjamur di Indonesia. Kedua asosiasi ini sangat mengapresiasi gerakan Turn Back Hoax yang diinisiasi oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Disampaikan Ketua Umum Mastel Kristiono, kurangnya literasi digital membuat masyarakat mudah percaya terhadap berita hoax. Mastel sangat mendukung pengembangan aplikasi untuk menguji kesahihan suatu berita. “Upaya responsif masyarakat yang mulai sadar dengan bahaya hoax perlu diimbangi dengan literasi digital agar berita hoax tidak lagi memiliki tempat di masyarakat,” kata Kristiono di Jakarta.

APJII sebagai asosiasi yang mewadahi seluruh penyelenggara jasa internet juga menyatakan turut mendukung dan mengambil bagian untuk memastikan intenet bersih, selektif, dan aman. Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono mengatakan pihaknya akan mengedukasi masyarakat melalui berbagai kegiataan APJII di daerah dengan bantuan dari Duta Internet APJII atau yang biasa disebut Miss Internet. “APJII berharap bisa berkontribusi dengan menyediakan berbagai sistem dan aplikasi untuk mengurangi konten negatif,” tegas Henri.

Baik Mastel maupun APJII juga sepakat dan berharap gerakan Turn Back Hoax bisa berjalan secara berkelanjutan dan bisa melibatkan seluruh elemen masyarakat demi berinternet yang lebih baik.