MAJALAH ICT – Jakarta. Para penyelenggara telekomunikasi sepakat untuk berbagi infrastruktur guna menekan investasi belanja modal perusahaan. Dan sedikitnya, ada lima jenis infrastruktur yang dapat dibagi sebuah perusahaan telekomunikasi dengan perusahaan telekomunikasi lainnya. Kelima infrastruktur itu adalah, site, menara, radio access network (RAN), roaming jaringan, dan jaringan utama termasuk kabel serat optik atau tembaga.
Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang mendorong penyelenggaraan layanan secara efektif dan efisien. Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Kalamullah Ramli mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan tata cara penggunaan infrastruktur secara bersamaan dalam penyelenggaraan telekomunikasi. Regulasi ini telah didiskusikan dengan para penyelenggara dan akan masuk ke tahap konsultasi publik.
“Regulasi ini mengatur kerangka pelaksanaan penggunaan infrastruktur secara bersama dalam penyelenggaraan telekomunikasi, termasuk dimungkinkannya penetapan kewajiban pembukaan infrastruktur untuk digunakan secara bersama pada kondisi tertentu,” kata Kalamullah dalam diskusi dengan tema "Berbagi Infrastruktur Kurangi Defisit Neraca Perdagangan” di Jakarta.
Rencana pemerintah disambut Telkom yang menyatakan kesiapannya untuk berbagi infrastruktur. "Kami terbuka atas rencana infrastruktur sharing, tinggal dibicarakan saja,” ungkap Direktur Network IT & Solution Telkom, Rizkan Chandra. Hal senada disampaikan Indosat, XL Axiata, dan Biznet Networks. Para pemain telekomunikasi tersebut berharap pemerintah segera membuat aturan main atas semangat berbagi infrastruktur tersebut. "Sekarang kita tinggal menunggu regulasi, karena dulu kalau mau sharing kita sering terkendala regulasi," sambut President dan CEO Indosat, Alexander Rusli.
Sementara itu, Direktur Utama XL Axiata Hasnul Suhaimi mengungkapkan, berpendapat, berbagi infrastruktur dari sisi teknis tidak akan mengalami banyak kendala di lapangan. Namun, secara komersial, antara perusahaan telekomunikasi yang ingin berbagi infrastruktur akan menemukan banyak kendala. Hasnul memberi contoh ketika XL menjalin kerjasama roaming nasional dengan AXIS.
Namun ada juga operator yang tidak sepakat dengan rencana tersebut. Menurut pejabat salah satu operator, berbagi jaringan jangan dijadikan kewajiban, melainkan pilihan. "Terus terang kita tidak mau berbagi di daerah terpencil dimana ongkos pembangunan jaringan mahal dan pasarnya tidak besar. Sudah susah-susah kita membangun jaringan dan mengedukasi pasar, masak kemudain kita membaginya dengan operator lain yang masuk tanpa susah-payah," tolaknya. Ditambahkannya, harusnya untuk daerah terpencil seperti Papua, semua operator diberi kewajiban jaringan yang sama dan tidak usah sharing-sharing-an.

















