Search
Selasa 25 Juni 2024
  • :
  • :

Melalui Perpustakaan Elektronik E-Pub, Mudahkan Tuna Netra Mencari Buku yang Dibutuhkan

MAJALAH ICT – Jakarta. Setiap warga negara Indonesia, termasuk penyandang tunanetra memiliki hak yang sama. Salah satunya hak untuk berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi. Hal itu sesuai amanat Pasal 24 Huruf B UU No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin hak berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi melalui media yang mudah diakses.

Demikian dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Peresmian Pustaka Mitra dan Buku E-Pub untuk Tunanetra di Bandung, Jawa Barat. Dalam acara itu secara khusus diluncurkan perpustakaan buku elektronik atau e-Pub. Melalui e-Pub para disabilitas tunanetra akan mudah untuk mencari buku dan secara bertahap diharapkan dapat menjadi pengguna perpustakaan online tersebut. Kehadiran e-Pub dapat memiliki pilihan baru dalam membaca buku, sehingga mempermudah memperoleh bahan bacaan dan referensi yang dibutuhkan.

Dijelaskan Rudiantara, saat ini Indonesia memasuki era digital. Dan kita harus mengikuti era tersebut karna kalo tidak Indonesia akan tertinggal, sedangkan dari sisi infrastruktur memang Indonesia saat ini masih urutan ke4 di antara negara ASEAN, tapi insyaallah kita akan lanjut membangun,” katanya.

Rudiantara menambahkan bahwa saat ini dimanapun setiap orang berada bisa menikmati internet berkecepatan tinggi. “Tahun 2019 kita akan menjadi negara kedua di ASEAN. Kalau dibanding Singapura tentunya sebagai negara secara geografis Singapura tantangannya tidak seberat Indonesia. Jadi paling lama 2019, seluruh ibukota kabupaten yang ada di Indonesia harus sudah memiliki akses pita lebar internet berkecepatan tinggi,” tandasnya.

Chief RA juga memberikan dorongan agar penyandang disabilitas dapat belajar homescholing. ”Insyaallah nanti teman-teman yang tuna netra bisa ikut dan pasti diikutkan jadi peserta homeschooling. Jadi yang tuna netra bisa mengikuti ini bahkan saya yakin pasti punya kelebihan barangkali dalam konteks logis pemikiran yang cepat,” paparnya.