Search
Rabu 19 Mei 2021
  • :
  • :

Mengenal App Store Alternatif, 5 OEM yang Perlu Diketahui oleh Setiap Pemasar

MAJALAH ICT – Jakarta. Lebih dari 204 miliar aplikasi telah diunduh di seluruh dunia pada tahun 2019 dan jumlah unduhan aplikasi seluler  diperkirakan akan meningkat hingga lebih dari 285 miliar pada tahun 2022. Karena persaingan di App Store dan Google Play Store semakin ketat, diperlukan cara-cara lain untuk melakukan penargetan audience dengan harga yang sesuai. Menurut Roy Wijaya, Business Development Manager AVOW untuk kawasan Southeast Asia, app store alternatif yang dibuat oleh OEM (produsen peralatan asli) memberi peluang kepada pemasar untuk membantu menargetkan audience yang belum dapat dijangkau.

“Ada lima app store yang perlu diketahui oleh setiap pemasar agar pengembang aplikasi unggul dari para kompetitor,” tuturnya.

Dalam industri seluler, Roy menambahkan, OEM merujuk pada perusahaan yang memproduksi telepon seluler serta membuat aplikasi dan memiliki app store sendiri. Misalnya, Samsung yang memproduksi 80,4 juta smartphone pada kuartal ketiga tahun 2020, adalah salah satu OEM Android paling populer. Pemasar dapat menggunakan app store alternatif dalam menargetkan audience yang belum dapat dijangkau melalui kampanye akuisisi pengguna dan meningkatkan pertumbuhan aplikasi.

Upaya untuk menyiapkan beberapa app store alternatif memang lebih rumit daripada menggunakan App Store dan Google Play Store, tetapi manfaat yang diperoleh melampaui upaya yang perlu dilakukan di awal. OEM dapat digunakan untuk mencapai target pertumbuhan dengan menjangkau pemasar baru. App store alternatif juga memberikan publikasi dan meningkatkan akuisisi pengguna dengan CPI (biaya-per-instalasi) yang lebih rendah. Selain itu, OEM bebas dari penipuan karena tidak ada batasan antara OEM dan pemilik anggaran – OEM juga akan mengatur penempatan iklan agar Anda terlindungi dari penipuan. Jika pengguna loyal pada suatu OEM, asosiasi dengan brand yang dapat dipercaya juga akan menguntungkan iklan Anda.

Berikut adalah empat app store alternatif terkemuka di industri dengan banyak audience yang perlu diketahui.

Huawei AppGallery

Huawei adalah produsen smartphone terbesar ketiga dengan pangsa pasar sebesar 14,7%. Selain itu, Huawei AppGallery melayani lebih dari 500 juta pengguna seluler di seluruh dunia dan 350 juta pengguna aktif mencari aplikasi favorit mereka melalui platform ini setiap bulannya. Huawei AppGallery berhasil memperoleh 750 juta unduhan setiap hari.

Xiaomi GetApps

Xiaomi, yang didirikan pada tahun 2010, menjual hardware dan software di seluruh dunia. Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi brand global dan menjadi perusahaan paling muda yang berhasil masuk dalam daftar Forbes Fortune Global 500 pada tahun 2020. Jumlah pengguna smartphone Xiaomi mencapai lebih dari 500 juta orang dan tersebar di 220 negara. Sebuah studi kasus menunjukkan bahwa aplikasi musik klasik Amerika, Opera News, menggunakan platform pemasaran Xiaomi dan berhasil memperoleh lebih dari satu juta aktivasi per bulan pada tahun 2019.

Sebagai salah satu dari lima perusahaan seluler paling populer di lebih dari 40 negara, platform pemasaran Xiaomi dapat dipertimbangkan sebagai alternatif dari Google Play dan App Store Apple. Sebagai contoh, Xiaomi India berhasil menarik 120 juta pengguna baru dalam waktu satu tahun. Saat ini, Xiaomi India memiliki 280 juta pengguna yang ditargetkan dengan iklan akuisisi pengguna. Pengguna dapat ditargetkan berdasarkan jenis kelamin, usia, kawasan, zona waktu, bahasa, dan jenis perangkat. Platform ini juga memiliki fitur untuk mengatur frekuensi iklan.

OPPO App Market

Perusahaan elektronik konsumen OPPO beroperasi di lebih dari 40 negara dan menjual produk mereka di 320.000 gerai ritel dan memproduksi 115,1 juta unit di tahun 2019. Color OS OPPO digunakan oleh lebih dari 300 juta MAU (Pengguna Aktif Bulanan) dan OPPO App Market memiliki lebih dari 1,2 miliar MAU. Platform ini menawarkan beberapa format iklan untuk membuat iklan yang canggih, seperti splash screen ad, icon ad, iklan banner dan push ad. Oppo menyediakan perangkat untuk semua spektrum, dari kelas bawah hingga kelas atas, melalui sub-brand seperti Realme dan OnePlus.

Galaxy Store

Galaxy Store (sebelumnya dikenal sebagai Samsung Apps dan Galaxy Apps) adalah app store default untuk perangkat Samsung. Galaxy Store diinstalasi secara otomatis di smartphone Samsung dan Samsung Gear. App store ini dapat digunakan di 125 negara dan menyediakan berbagai aplikasi untuk Android, Windows Mobile, Bada dan Tizen. Galaxy App Store memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi  berdasarkan preferensi pengguna, musim, dan event. Pengguna dapat mengkustomisasi perangkat mereka melalui tab ‘My Galaxy’ di Store dan mendapatkan penawaran eksklusif untuk melakukan pembelian dalam aplikasi game populer.

Vivo App Store

Vivo App Store memiliki lebih dari 74 juta MAU di seluruh dunia dan secara khusus berfokus pada India (pangsa pasar terbesar kedua), Indonesia (pangsa pasar terbesar keempat) dan negara-negara Asia Tenggara. Format iklan untuk app store Vivo antara lain push ads, iklan banner, splash screen ad, dan floating icon ad.

“Kami telah bermitra dengan berbagai OEM di seluruh dunia agar para klien dapat memperoleh manfaat dari app store alternatif, seperti kemitraan dengan Xiaomi Mi Ads bulan Desember 2020. Kami menggunakan pendekatan konsultatif sepanjang siklus kampanye yang mencakup cara mendaftarkan aplikasi ke app store alternatif, cara melakukan optimisasi untuk mendapatkan hasil terbaik dan cara melacak kinerja. “

Menurut Roy, pemasar dapat memperoleh sumber pendapatan baru dari kemitraan Avow dan dapat menargetkan audience yang belum dapat dijangkau melalui jaringan sosial, fitur pencarian, atau SDK.

“Solusi in-house kami akan mengoptimalkan inventaris secara real-time berdasarkan target KPI dan tingkat pelibatan saat ini. Avow Performance Optimizer akan memaksimalkan capaian kampanye kinerja Anda dengan ROAS yang optimal,” tutupnya.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *