Search
Senin 15 Juli 2024
  • :
  • :

Mengenal Penerapan Artificial Intelligence dan Cloud Computing dalam Industri Startup

MAJALAH ICT – Jakarta. Industri startup atau perusahaan rintisan di Indonesia masih terus bertumbuh. Dilansir dari situs Startup Ranking, di tahun 2022 ini terdapat 2.419 perusahaan rintisan di Indonesia, peringkat keenam di dunia sekaligus nomor satu di Asia Tenggara. Namun, seperti halnya bisnis lainnya, untuk merambah dunia startup diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital mengadakan Breakout Session Ignition yang menyampaikan berbagai ilmu dari para pelaku dan regulator industri startup. Sesi-sesi dalam seminar tersebut membekali para audiens dengan topik-topik seputar lanskap ekosistem startup.

Turut mengisi salah satu sesi dalam acara tersebut adalah Alvin Francis Tamie selaku CTO Ruangguru dan Rendy Bambang Junior sebagai Head of Data Ruangguru. Bersama, mereka berbagi pengetahuan tentang beberapa tren yang kini sedang hangat dibicarakan dalam industri startup, yakni cloud computing dan artificial intelligence (kecerdasan buatan). Calon-calon pendiri startup, yuk simak pembahasan berikut ini!

Penerapan artificial intelligence (AI) untuk bisnis
Secara sederhana, Rendy menjelaskan, “Pada dasarnya ketika mesin menjadi cerdas, itulah AI”. Lebih lanjut, Rendy menuturkan bahwa dalam membangun kecerdasan buatan ini, kita dapat menggunakan beberapa metode seperti machine learning yang memungkinkan AI belajar melalui aturan-aturan serta data.

Sedangkan dalam konteks bisnis, Rendy menyatakan kecerdasan buatan dapat bermanfaat untuk mempelajari perilaku pengguna. Lebih dari memberi rekomendasi produk yang sesuai bagi pengguna, kecerdasan buatan juga bisa membantu pelaku bisnis memahami produk apa saja yang perlu dikembangkan/ditingkatkan berdasarkan data penggunaan yang sudah berjalan.

Ada beberapa jenis penerapan kecerdasan buatan dalam industri startup
Rendy menyebutkan bahwa saat ini penerapan AI terutama data science sudah menjadi sebuah kebutuhan di perusahaan/organisasi. Selanjutnya ia menyebutkan beberapa kategori pemanfaatan AI yang dapat diterapkan oleh perusahaan, yaitu:
Menggunakan kecerdasan buatan dalam produk utama. Dalam kategori ini, kecerdasan buatan memainkan peran penting dan produk utama yang ditawarkan tidak dapat beroperasi tanpanya, contohnya adalah self-driving car.
Memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memberi nilai lebih atau fitur tambahan dalam produk.
Menerapkan implementasi kecerdasan buatan untuk analisis internal, misalnya analisis keuangan, tren penjualan, dan sebagainya.

Implementasi cloud computing bergantung pada kompleksitas bisnis
Alvin Francis Tamie, CTO Ruangguru juga menjelaskan tentang cloud computing yang kini menjadi penting bagi bisnis digital. Cloud computing adalah konsep komputasi berbasis internet, mengirimkan sumber daya IT melalui internet sesuai permintaan dan dengan harga sesuai pemakaian. Alvin menjelaskan bahwa cloud computing kini menjadi esensial untuk perusahaan teknologi karena memberikan fleksibilitas dalam hal kapasitas dan tidak terikat oleh capacity planning. Alvin juga memberi tips bagi para pelaku startup dalam memilih vendor cloud computing.

Di tahap awal bisnis, variabel yang dijadikan pertimbangan untuk memilih vendor biasanya belum terlalu banyak, sehingga perusahaan masih bebas melakukan eksperimentasi dan eksplorasi dalam memilih vendor.

Ketika bisnis sudah berkembang menjadi lebih kompleks, pelaku usaha perlu mulai mempertimbangkan faktor harga, teknologi yang cocok dengan kebutuhan perusahaan, serta analisis pro-kontra untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Jika bisnis/perusahaan sudah bertumbuh menjadi besar, dapat menggunakan lebih dari satu vendor, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan bisnis serta efisiensi penggunaan.

Tips bagi para pengusaha yang akan atau sedang mendirikan startup
Dalam acara tersebut, Alvin membagikan tips membangun startup berdasarkan pengalamannya, “Prioritization, ketahui apa yang benar-benar penting dilakukan. Buat daftar 4-5 hal yang bisa bring the company to the next level”. Lebih lanjut, Alvin menyebutkan bahwa sering berbincang dengan pengguna juga penting untuk dilakukan. Dengan demikian, perusahaan dapat mengetahui kebutuhan pengguna dan menyusun cara untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Bagi para calon pendiri startup yang ingin belajar lebih lanjut tentang industri startup di Indonesia, dapat mengakses platform Skill Academy by Ruangguru. Platform tersebut menyediakan berbagai kursus online bersertifikat mulai dari regulasi, strategi bisnis, skill kewirausahaan, hingga teknik pitching kepada investor.