Search
Minggu 16 Juni 2024
  • :
  • :

Menkominfo Berjanji Pembangunan BTS di Wilayah Perbatasan Selesai Akhir 2016

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di seluruh wilayah perbatasan Indonesia akan selesai akhir 2016. Disamping itu juga akan ditambah dengan frekuensi untuk pelayanan 4G di wilayah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat di daerah terpencil.

"Pembangunan BTS ini menjadi program jangka pendek Kominfo, sedangkan Proyek Palapa Ring menjadi program jangka panjangnya," kata Menteri Kominfo Rudiantara saat Konferensi Pers di Media Center Sail Karimata 2016, Pantai Pulau Dato Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Menurut Rudiantara Palapa Ring merupakan proyek pengembangan jaringan telekomunikasi ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia dengan menggunakan sistem kabel optik, "Dalam proyek ini sudah ditender dan dimenangkan oleh PT Telkomsel," jelasnya.

Proyek ini dibagi menjadi tiga paket, yaitu Paket Barat, Paket Tengah dan Paket Timur. Paket Barat dilaksanakan di lima kabupaten, Paket Tengah 17 kabupaten dan Paket Timur di 35 kabupaten. Setelah proyek ini selesai, menurut Rudiantara, seluruh 514 kabupaten dan kota di Indonesia akan terhubung jaringan sehingga tidak ada lagi kesenjangan akses informasi antara perkotaan dan pedesaan. "Pada 2017 teknologinya akan ditingkatkan tidak hanya voice dan SMS saja," kata Rudiantara.

Selain itu juga, Palapa Ring ditargetkan untuk menghubungkan seluruh ibu kota di Kabupaten/kota dengan internet melalui serat optik. Saat ini sudah ada 400 kabupaten dan kota yang memiliki akses broadband. Sementara lebih dari 100 kabupaten/kota sisanya masih belum memiliki. "Untuk itu, melalui program Palapa Ring, dibangun fiber optik di wilayah-wilayah yang tidak dibangun oleh kalangan swasta karena dinilai tidak menguntungkan seperti daerah perbatasan," tuturnya.

Ia menambahkan, untuk daerah perbatasan, pemerintah bersama operator membangun dengan menggunakan dana USO. "Untuk Papua, kita masih belum tahu teknologi apa yang akan dipakai. Namun target kami 2019 seluruh kabupaten dan kota sudah terkoneksi," jelasnya.