MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan bahwa ijin layanan 4G LTE yang diberikan operator PT XL axiata hanya sebatas uji coba saja, sehingga belum bisa dikomersialkan. Penegasan Rudiantara merupakan jawaban atas nota protes yang disampaikan Indosat dan Telkomsel atas layanan 4G yang diberikan XL dan diiklankan di beberapa media, cetak dan online.
"Saya jelaskan, ini tidak boleh komersil, ini hanya uji coba teknis. Saya dorong uji coba teknis, nggak ada komsersial. Kalau tidak benar, itu tanggung jawab," tandas Menteri yang baru dilantik Presiden Joko Widodo Senin lalu ini.
Meski mendapat laporan dari Indosat dimana Rudiantara posisi terakhirnya adalah Komisaris Independen di perusahaan tersebut, Menteri kelahiran Bogor pada 3 Mei 1959 ini, membantah jika dirinya berpihak pada Indosat. "Sekarang saya di mana? Tidak ada keberpihakan. Fair saya," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyemprit PT XL Axiata yang dinilai telah memberikan informasi yang tidak tepat terkait layanan 4G berteknologi yang diberikan. Sebab dalam pandangan BRTI, XL saat ini belum secara dibenarkan menggelar layanan 4G LTE karena belum mendapat ijin, dan apa yang dilakukan XL dengan pemberian layanan 4G LTE yang sekarang ini dilakukan adalah sebatas uji coba atau trial saja.
Menurut Anggota BRTI M. Ridwan Effendi, dari iklan yang disebarkan XL melalui media cetak dan juga di situs media online terkemuka, isi iklan dinilai membohongi publik karena yang terjadi bukanlah peluncuran, cuma trial dengan batasan waktu dan wilayah tertentu. Untuk itu, BRTI memberikan teguran pada pihak XL.
"BRTI telah memberikan teguran kepada XL terkait adanya keberatan soal iklan di Kompas yang menyebut sebagai launching 4G LTE. Padahal kan itu hanya trial," tandas Ridwan. "Kalau trialnya tak masalah, karena itu kan bagian dari mendapatkan masukan dari pelanggan bila nantinya LTE jadi. Tapi iklannya itu yang mendapatkan keberatan dari oeprator lain. Kalau nanti mau bikin baru lagi silakan, tapi tergantung isinya," tandas Ridwan.

















