Search
Kamis 21 November 2019
  • :
  • :

Menuju Indonesia Unggul, Gojek bersama UI Works Cetak Lebih Banyak Start-Up Karya Anak Bangsa

MAJALAH ICT – Jakarta. Gojek, platform teknologi terdepan di Asia Tenggara kembali berkolaborasi dengan perguruan tinggi negeri dengan peringkat terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia (UI). Kali ini, Gojek berkomitmen mendorong pertumbuhan perusahaan rintisan (start-up) lokal yang mampu menciptakan inovasi dan bersaing di ranah global dengan menjadi partner eksklusif program akselerator UI Works. Program Akselerator UI Works bertujuan menumbuh kembangkan ekosistem yang start-up yang kuat di Indonesia yang berdampak sosial serta menjadi solusi nyata bagi berbagai permasalahan bangsa.

Nila Marita – Chief Corporate Affairs Gojek menjelaskan, “Tantangan bagi para pemain start-up tidak hanya terkait pendanaan, tetapi juga bagaimana menciptakan skalabilitas hingga bisa bertumbuh dengan cepat dan berkesinambungan. Melalui kerja sama dengan UI Works ini, kami ingin mengakselerasi pertumbuhan perusahaan start-up lokal supaya mereka bisa menjadi start-up yang unggul dan bisa menjadi pemain global.”

Dukungan Gojek pada program akselerator UI Works kali ini adalah mentoring dan pembekalan materi serta ilmu pengetahuan langsung dari Founder and Global CEO Gojek Nadiem Makarim, kepada 15 perusahaan startup lokal yang telah dikurasi UI Works, dari kalangan sivitas akademika UI dan umum. Selain itu para peserta UI Works juga berkesempatan untuk berkunjung ke kantor Gojek dan merasakan langsung suasana bekerja di perusahaan start-up kelas dunia.

Berkaca dari pengalaman Gojek, lanjut Nila, pembekalan seperti yang dilakukan UI Works bisa mempersiapkan para founder untuk siap menghadapi berbagai tantangan. “Untuk menyusun strategi bisnis berkesinambungan bagi sebuah perusahaan rintisan, kita harus berani melakukan eksperimen akan produk dan layanan yang kita tawarkan. Tak jarang, dalam proses pembangunan bisnis, kita menemukan kegagalan, yang penting adalah bagaimana kita belajar dari kegagalan tersebut dan terus mencari formula yang tepat. Pengetahuan semacam ini penting didapatkan dengan memetik dan ilmu dari orang-orang yang telah berpengalaman dalam mendirikan dan mengembangkan bisnis start-upnya,” tambah Nila.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Unit-Unit Usaha (DPPU) UI, Dr. drg. Nia Ayu Ismaniati, MDSc, SpOrT(K) menyambut positif dukungan dan partisipasi Gojek dalam menyukseskan UI Works. Menurutnya, kehadiran Gojek sebagai perusahaan Indonesia yang telah mencapai startup decacorn, mampu memberikan inspirasi kepada para peserta yang merintis perusahaan baru untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan mereka di bidang teknologi.

“Kami senang dapat kembali berkolaborasi dengan Gojek pada program UI Works ini. Selain berbagi pengalaman dan inspirasi, kami berharap pihak Gojek dapat memberikan masukan bagi para peserta dalam menyusun rencana pengembangan usaha yang lebih matang untuk nanti demo day dihadapan para mitra investor. Exposure melalui jaringan yang dimiliki Gojek juga akan sangat membantu para peserta untuk dapat dikenal oleh lebih banyak orang dan menemukan atau ditemukan oleh calon mitra bisnis atau pemilik sumber daya yang dibutuhkan peserta untuk scale up”, ungkap Ibu Nia.

Hasil riset Google dan Temasek bertajuk e-Conomy SEA 2018 menunjukkan ekonomi digital akan diprediksi mencapai US$240 miliar pada tahun 2025 di mana tahun ini sudah mencapai US$72 miliar. Sementara itu, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan paling cepat dan ukuran pasar paling besar di Asia Tenggara dengan kontribusi mencapai US$100 miliar pada 2025. Potensi besar ini lah yang harus dimanfaatkan oleh para pebisnis start up lokal untuk bisa menjadi pemain utama industri digital Indonesia, dan menempatkan negara ini sebagai pusat teknologi Asia Tenggara.

Dalam sesi mentorship, Nadiem menyampaikan beberapa poin terkait tantangan-tantangan yang sering dilakukan oleh founders start-up pada umumnya. “Ada beberapa fase dalam pertumbuhan start-up. Ketika mencapai skala tertentu, beberapa hal harus menjadi prioritas untuk pertumbuh selama dua-tiga tahun berikutnya, termasuk memastikan bahwa bisnis tetap bertumbuh sejalan dengan visi-misinya start-up tersebut. Misi Gojek adalah untuk menciptakan dampak sosial yang luas dengan mencari solusi bagi permasalahan kehidupan sehari-hari melalui pemanfaatan teknologi. Kami tidak merencanakan adanya GoPay dan GoFood pada awal kami berdiri. Namun, kami mendengar dua hal dari customer: keluhan tentang ribetnya mencari uang kembalian saat menggunakan layanan ride-hailing, dan kegunaan layanan pesan antar untuk membeli makanan. Berdasarkan insight tersebut, kami Gojek mengembangkan GoPay sebagai sistem pembayaran digital, dan GoFood sebagai layanan pesan-antar makanan-minuman, keduanya untuk memudahkan customer. Seluruh produk dan layanan Gojek merupakan hasil dari mendengarkan keinginan dan kebutuhan customer” lanjut Nadiem.

Nadiem menambahkan, “Ada tiga filosofi yang menjadi kunci bagi start-up; motivasi, managing people, dan momentum. Motivasi founders yang berhasil menurut saya adalah yang selalu obsesif ingin memecahkan sebuah permasalahan nyata di masyarakat. Mereka harus memiliki persistence, tenacity, dan grit. Kedua, founders harus selalu merekrut orang yang lebih jago daripada mereka sendiri – hal ini masih sering diabaikan di Indonesia. Terakhir, pintar membaca momentum atau timing. Founders harus tahu kapan harus mendorong bisnisnya, jangan sia-siakan momentum.”

Nadiem juga turut menyampaikan kekagumannya dengan berbagai ide bisnis yang dibawa oleh peserta UI Works yang ikut dalam sesi tersebut. “Saya selalu kagum dengan banyaknya ide yang lahir di Indonesia, dan potensi anak bangsa dalam mencapai banyak hal. Untuk dapat menggerakkan Indonesia berevolusi menjadi negara digital super power, memecahkan permasalahan dunia nyata harus menjadi misi utama bagi industri teknologi, dibandingkan sekedar keuntungan bisnis semata. Harapan Gojek, mereka dapat terus berkembang dan menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah masyarakat, sehingga lebih banyak startup karya merah putih yang bangkit menjadi pemain di negeri sendiri.”

Sementara itu, salah satu Founders dari Inifishta, sebuah platform Fintech syariah khusus nelayan tambak, Ferry mengatakan “Prinsip-prinsip dasar dalam mengembangkan usaha serta mencapai skalabilitas yang diberikan oleh Gojek sangat menginspirasi saya dan teman-teman. Melalui mentoring eksklusif seperti ini, kami banyak belajar mengenai growth hacking, membangun budaya kerja sekaligus mendapatkan tips menggalang dana awal (seed funding). Kolaborasi UI Works dan pengajaran dari Gojek membuat saya semakin percaya akan lebih banyak startup yang bisa tumbuh, menyumbang scalable impact, dan membanggakan tanah air.”

Kolaborasi strategis Gojek dan UI telah berlangsung sejak awal tahun ini dengan peran Gojek menjadi official learning partner UI melalui Gojek Collaboration Lab (CO-LAB). Selain itu, pada Juli lalu, Gojek juga berpartisipasi dalam melatih ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia di bidang IT melalui Computer Festival (COMPFEST) ke-11 yang diselenggarakan oleh UI.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *