Search
Rabu 22 Mei 2024
  • :
  • :

Merger Berlarut, AXIS Sudah Tidak Mampu Bertahan Lagi

MAJALAH ICT – Jakarta. Proses merger PT XL Axiata dan PT AXIS telekom Indonesia masih berkepanjangan prosesnya. Terutama adanya hambatan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang baru akan mengumumkan hasilnya pada 28 Maret mendatang. Menunggu ‘gong’ dari KPPU yang cukup lama, AXIS menyatakan diri sudah tidak mampu bertahan lagi dengan situasi yang kian merugi dan sulit seperti sekarang ini.

Demikian curahan hati Presiden Direktur dan CEO AXIS Erik Aas. "Sebagai operator GSM kelima di Indonesia, dengan ukuran saat ini, sangat sulit bagi Axis untuk bersaing secara memadai, di tengah kompetisi harga yang sangat ketat di industri telekomunikasi saat,” kata Erik dalam keterangan resminya.

Menurut Erik, perang tarif membuat AXIS terus-menerus mengalami kerugian karena hingga saat ini Axis masih dalam posisi belum meraih keuntungan dalam lima tahun operasinya. Di sisi lain, Axis tetap harus mengeluarkan belanja modal dan biaya operasional yang cukup tinggi. Ini, kata Erik, sangat tidak menguntungkan bagi operator. Dengan tingkat harga terlalu rendah, sangat sulit bagi pemain baru hanya untuk bertahan hidup. Namun demikian, perseroan tetap berusaha membangun basis pelanggan.

"Oleh karena itu, merger dengan XL adalah solusi terbaik untuk tetap memberikan layanan berkualitas tinggi bagi pelanggan kami," harapnya. Dikatakan Erik, merger Axis dan XL akan mendorong industri jadi lebih sehat. "Dengan merger ini, tiga operator besar akan memiliki spektrum yang merata, yang diperlukan untuk memberikan layanan berkualitas baik di seluruh pelosok Indonesia. Kita akan melihat kompetisi yang lebih baik dan lebih sehat pada saat XL mendapatkan akses ke sumber daya spektrum yang sama seperti Telkomsel dan Indosat,” pungkasnya.