Search
Minggu 27 September 2020
  • :
  • :

Merger XL-AXIS Tambah Molor, Pemerintah Minta Data Rencana Bisnis 10 Tahun ke Depan

MAJALAH ICT – Jakarta. Konsolidasi XL Axiata dan AXIS Telekom Indonesia, tidak kunjung tuntas. Bahkan akan molor lagi. Hal itu karena pemerintah belum memutuskan akan seperti apa nasib merger XL-AXIS ini, meski pemerintah berjanji akan tuntas sejak Agustus lalu. Dan kini, nampaknya merger ini akan molor lagi karena pemerintah menambah permintaan data rencana pengembangan usaha rencana penggabungan dua perusahaan hingga 10 tahun ke depan.

Menurut Anggota BRTI M. Ridwan Effendi, regulator telekomunikasi akan mencermati rencana bisnis PT XL Axiata Tbk untuk 10 tahun ke depan guna membuat rekomendasi teknis yang tepat. "Rekomendasi teknis kepemilikan frekuensi dalam kajian kami, didasarkan pada dokumen rencana bisnis XL dalam 10 tahun ke depan," ujar Ridwan.

Ditegaskan Ridwan, dalam pembuatan kajian teknis terkait nasib frekuensi XL-Axis tersebut regulator tidak main-main, termasuk dengan melihat model laporan operator di Amerika Serikat ke Federal Communications Commission (FCC), terutama tata cara penilaian kelayakan merger untuk sektor telekomunikasi. Hal itu, kata Ridwan, karena pemerintah harus menjaga aset negara. "Semua harus memahami frekuensi alat untuk berusaha bukan merupakan aktiva atau aset yang bisa dianggap sebagai bagian dari valuasi satu perseroan," tandas Ridwan. 

Anggota BRTI lainnya, Nonot Harsono, mengatakan dalam melihat alokasi frekuensi yang pantas untuk XL dan Axis pascakonsolidasi adalah menghitung keseimbangan daya saing dengan modal frekuensi yang dimilikinya saat ini dan ke depan. "Dengan begitu bisa diprediksi pascamerger peta persaingan di industri seluler akan seperti apa," jelasnya.

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *