Search
Minggu 18 Januari 2026
  • :
  • :

Meski Rugi Terus-Menerus Bakrie Telecom Belum Mau Dijual

MAJALAH ICT – Jakarta. Kinerja Bakrie Telecom (BTEL) dari tahun ke tahun tidak menunjukkan perkembangan signifikan, yang bahkan cenderung terus-menerus merugi. Di 2013, BTEL menderita rugi bersih Rp. 2,64 triliun. Apakah keluarga Bakrie dimana Aburizal Bakrie akan mencalonkan diri jadi calon presiden mendatang kapok dan akan menjual BTEL?

Arahnya belum ke sana. Para pemegang saham dan manajemen masih optimistis, perusahaan bisa berjalan lebih baik ke depan. Seperti dikatakan Anindya Novyan Bakrie, Komisaris Utama BTEL, pihak belum akan menjual BTEL. "Kami belum akan lego BTEL," katanya.

Meski begitu, menurut Anindya, pihaknya juga belum akan memasukkan modal baru ke perseroan. Hal itu karena laba operasional masih positif. Sehingga, pihaknya masih akan fokus ke operasional lebih dulu. Di 2013, memang laba usaha BTEL mulai tidak merah, dengan mendapat Rp. 3,6 miliar.

Menurut Direktur Utama BTEL, Jastiro Arbi, pihaknya akan mempertahankan laba usaha agar terus positif. Untuk itu, katanya, BTEL akan melakukan pengembangan bisnis yang lebih strategis. Seperti bisnis over the top (OTT), sudah sudah dilakukan BTEL dengan berinvestasi di jejaring sosial Path.

Berdasar laporan Keterbukaan Informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), BTEL hanya mampu meraih pendapatan sebesar Rp. 2,072 triliun di 2013 atau turun 12% dibandingkan 2012 sebesar Rp. 2,360 triliun. Sedangkan Laba usahanya  pada 2013 tercatat Rp.3,6 miliar, sedangkan tahun sebelumnya rugi usaha  sebesar Rp. 500 miliar. Pertumbuhan laba usaha disebabkan kemampuan perseroan dalam menekan beban usaha sebesar 28% dari Rp2,86 triliun pada 2012 menjadi Rp. 2,07 triliun pada 2013. Perseroan menorehkan EBITDA sebesar Rp. 911 miliar.

Menurut Director & Chief Finance Officer Bakrie Telecom Bachder Bachtarudin kinerja perseroan  terus membaik sejalan keberhasilan revitalisasi yang secara konsisten dilakukan perseroan. Hingga akhir 2013 jumlah pelanggan Esia sebanyak 12 juta, naik tipis dari jumlah pelanggan 2012 sebanyak 11,7 juta. "Berbagai inisiatif pengembangan produk dan layanan seperti gratis telepon dan sms sesama pelanggan Esia serta penjualan langsung dalam mobile roadshow di beberapa kota besar di Indonesia berhasil meningkatkan jumlah pelanggan,” katanya.

Di 2014, pemilik produk Esia ini akan mengembangkan produk serta layanan percakapan dan SMS di beberapa wilayah potensial. Layanan data juga akan ditingkatkan. Perseroan akan meluncurkan sejumlah ponsel pintar terbaru pada 2014 dengan merek Esia.