Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Meski Sudah Diblokir, Diakui Menkominfo Video ISIS Kloningan Masih Ada

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika mengklaim telah memblokir tujuh video ajakan untuk bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) di situs YouTube. Namun begitu, ternyata masih banyak link-link di YouTube yang memiliki isi yang sama dengan video yang telah diblokir.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengungkapkan, sudah ada tujuh sumber video yang diblokir Kementerian yang dipimpinnya. Namun, ada sekitar serupa lain yang diistilahkannya sebagai kloningan muncul kembali di YouTube.  

"Tujuh yang source aslinya sudah dan kemudian yang 20 kloningannya," ujar Tifatul. Dijelaskan mantan Presiden PKS ini, mekanisme kerja yang dilakukannya adalah menghilangkan video yang ada, dan jika ada video yang sama lagi akan juga dihapus kembali. "Kalau ada muncul lagi, kami remove lagi. Sekarang prioritas Kemenkominfo menutup dulu, memblokir," katanya.

Sebagaimana diketahui, Kepala Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Ismail Cawidu sebelumnya mengatakan, pemblokiran dilakukan oleh YouTube atas permintaan Kementerian. "Kami sudah mendapatkan konfirmasi dari pihak YouTube," ujar Ismail. Sehingga, per Selasa sore alamat video yang berisi ajakan ISIS tidak bisa diakses lagi.

Ditambahkan Ismail,  enam dari tujuh video tersebut telah dihapus oleh YouTube karena melanggar kebijakan layanan portal audio-visual itu. Sedangkan 1 video berjudul Joint The Rank from The Islamic State yang diunggah oleh Jihadology pada tanggal 23 Juli 2014 telah diblokir atau tidak dapat diakses di Indonesia. "Dengan diblokirnya video-video tersebut, kami mengimbau masyarakat yang mengunduh atau menyimpan agar tidak mempublikasikan konten terkait," jelas Ismail.

Ditegaskan Ismail, pihak yang mempublikasikan video terlarang itu akan dikenai Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik Pasal 28 ayat (2) yang berbunyi "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)".

Dari penjelasan Ismail, dari 7 video tersebut, 6 konten video diantaranya telah dihapus oleh Youtube karena melanggar kebijakan layanan Youtube. Sedangkan 1 video berjudul Joint The Rank From The Islamic State yang diupload oleh Jihadology pada tanggal 23 Juli 2014 (http://www.youtube.com/watch?v=kxsPR-_fYnk ) telah diblokir atau tidak dapat diakses di Indonesia. Enam video yang dihapus link-nya adalah:

http://www.youtube.com/watch?v=dIWiGU2qw5Q 

http://www.youtube.com/watch?v=hhDbEDwLP64 

http://www.youtube.com/watch?v=TyofFMGbHb4 

http://www.youtube.com/watch?v=hMBcPaD5WII  

https://www.youtube.com/watch?v=5mTKoxKa5vw

http://www.youtube.com/watch?v=knEryv0JoFg

Namun begitu, dari pantauan Majalah ICT, video ajakan gabung ke ISIS masih tetap ada yang bergentayangan di media situs berbagi video, YouTube. Beberapa link yang masih eksis seperti:

http://www.youtube.com/watch?v=HyhUToeXeUM

http://www.youtube.com/watch?v=ZuXVpsqr61Q