Search
Selasa 21 Mei 2024
  • :
  • :

Microsoft akan Hilangkan Nokia dari Produk Lumia

MAJALAH ICT – Jakarta. Sudah lebih dari setahun sejak Microsoft mengumumkan pembelian ponsel Nokia, dan kesepakatan secara resmi ditandatangani dan disampaikan pada bulan April tahun ini. Yang masih menjadi pertanyaan adalah apakah Microsoft akan emmpertahankan merek ‘Nokia’, sementara Nokia telah dibeli Microsoft.

Meskipun baru saja dirilis ponsel dengan merek Nokia Lumia 830, namun Microsoft telah mengkonfirmasi bahwa akan ada rebranding dari Nokia Lumia ke Microsoft Lumia dalam beberapa minggu ke depan, termasuk juga mengganti akun media sosial internasional yang ada.

Tentu saja konfirmasi ini menunjukkan kecepatan perubahan untuk meninggalkan merek Nokia. Pada bocoran beberapa waktu lalu yang diungkap @Evleaks, disebutkan bahwa semua produk, aplikasi dan pengalaman ang menggunakan nama Nokia akan digantikan Microsoft. Dan proses ini, akan mulai dijalankan pada 1 Januari 2015. Perubahan itu dimulai secara internet dan semua kanal sosial, baru kemudian di tingkat retail pada pertengahan Januari. 

Sebelumnya, teka-teki soal pengguna brand Nokia terkuak setelah Stephen Elop, Executive VP Microsoft Devices, menjawab hal itu. Mantan CEO Nokia ini mengatakan bahwa brand Nokia akan segera berakhir. Hal itu dikatakan Elop saat di hari pertamanya bekerja dan menjawab pertanyaan "Ask Me Anything” di blog perusahaan.

"Microsoft Mobile merupakan perusahaan yang secara legal dibuat untuk memfasilitasi merger. Dan bukan merek yang akan dilihat pengguna. Brand Nokia tersedia untuk Microsoft gunakan pada ponsel pada periode waktu tertentu, tapi Nokia sebagai merek ke depannya tidak akan digunakan lagi untuk ponsel. Saat ini sedang dalam proses menyeleksi brand dari smartphone baru," kata Elop.

Isu pasca merger memang bukan hanya soal merek Nokia saja. Sebab dikabarkan pula bahwa Kantor Pusat Nokia nantinya akan pindah dari di Keilalahdentie ke Keilaranta di Espoo, meski masih tetap di Finlandia. Dengan akuisisi ini Microsoft akan memiliki semua hak, keuntungan dan obligasi dari divisi Nokia serta bisnis servis termasuk perjanjian dengan suplier.