Search
Kamis 24 September 2020
  • :
  • :

Migrasi 3G Selesai Menyisakan Masalah Inteferensi

MAJALAH ICT – Jakarta. Para operator telekomunikasi yang mendapat alokasi 3G seperti harus berpacu dengan waktu menyelesaikan penataan frekuensi di rentang 2,1 GHz sesuai dengan keinginan pemerintah agar frekuensi tertata dengan rapi, dimana operator mendapat alokasi frekuensi berdampingan (contigous). Bahkan, operator harus menyelesaikan sebelum awal November. Dan penataan pun dinyatakan rampung minggu lalu, namun ternyata interferensi masih jadi persoalan yang harus dibenahi.

Seperti dinyatakan oleh PT Indosat Tbk (Indosat) yang berhasil menyelesaikan proses migrasi 3G lebih awal yaitu tanggal 9 Oktober 2013, dari target yang ditetapkan pemerintah pada tanggal 27 Oktober 2013. Dijelaskan Ginandjar, Acting Chief Technology Officer Indosat, Indosat sebagai penyelenggara seluler pada pita frekuensi radio 2,1 GHz, telah berhasil menyelesaikan seluruh proses tahapan Migrasi 3G dari blok 8 (pita frekuensi 1955-1960 MHz berpasangan dengan frekuensi 2145-2150 MHz) ke blok 6 (pita frekuensi  1945-1950 MHz berpasangan dengan frekuensi 2135-2140 MHz) di seluruh propinsi cakupan operasional jaringan 3G Indosat secara nasional.

"Kami berharap setelah kami menyelesaikan migrasi 3G ini, pemerintah tetap memberikan prioritas pertama terhadap penyelesaian interferensi yang masih terindikasi di lapangan, sehingga kualitas layanan yang menggunakan jaringan 3G dapat tetap terjaga dan memenuhi standardkualitas layanan bagi kebutuhan pelanggan kami. Sebagaimana diketahui interferensi tersebut dapat menurunkan kecepatan akses data yang tentunya akan sangat berpengaruh pada kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan internet,” tandas Ginandjar.

Inteferensi dari blok yang ditempati PCS 1900 memang belum terselesaikan secara baik. Pemerintah hanya fokus agar semua pindah sesuai dengan alokasi blok yang ditetapkan. Hasilnya, yang paling terasa adalah pada blok yang ditempati oleh AXIS Telekom Indonesia (AXIS). Kualitas layanan AXIS turun secara signifikan.

AXIS mengakui, penurunan kualitas layanan sebenarnya sudah dirasakan oleh pelanggan, khususnya daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sejak 20 Oktober 2013. Dan AXIS pun ‘terpaksa’ mengirimkan pesan singkat kepada seluruh pelangganya yang intinya memberitahukan sedang dilakukan optimalisasi jaringan pasca migrasi 3G.

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *