MAJALAH ICT – Jakarta. Minecraft merupakan permaian atau games yang fenomenal. Tidak mengherankan jika Microsoft tertarik untuk memilikinya. Jika sebelumnya hanya berita burung belaka, namun terkonfirmasi bahwa Microsoft membeli Mojang dan besutan andalannya, Minecraft. Micorosoft membeli Minecraft dengan harga 2,5 Milyar dolar AS atau sekitar Rp. 30 triliun.
Seperti disampaikan Phil Spencer, pimpinan Xbox, Mojang adalah developer potensial sehingga tidak mungkin diabaikan begitu saja oleh Microsoft. Apalagi, katanya, popularitas Minecraft, sebagai salah satu game yang paling sering dimainkan di Xbox Live. Minecraft dilihat sebagai franchise game yang akan memperkaya aset Microsoft di masa depan.
Kabar lainnya, tiga pendiri Mojang, yaitu Notch, Carl Manneh dan Jakob Porser juga secara resmi keluar dari perusahaan ini. Mereka dipastikan tidak akan lagi terlibat dalam proyek apapun yang melibatkan nama Minecraft di masa depan. Notch sendiri beralasan bahwa ia keputusan untuk menjual Mojang dan keluar dari perusahaan yang ia bangun tersebut lebih didasarkan untuk memastikan diri tetap waras. Notch mengaku tidak siap berhadapan dengan fakta bahwa Mojang kini tumbuh menjadi sebuah perusahaan berskala global, beban yang tidak lagi mampu ia pikul. Dan kini, mereka ingin hidup tenang dan beralih ke proyek game selanjutnya.
Lalu apa yang akan dilakukan Microsoft terhadap Mojan dan Minecraft? Microsoft menegaskan komitmen mereka untuk terus menelurkan Minecraft di platform lintas generasi. Game ini tetap akan bisa dinikmati oleh gamer iOS, Android, dan Playstation.

















