Search
Selasa 21 Mei 2024
  • :
  • :

Multipolar dapat Pemodalan dari Mitsui dan MKI untuk Bisnis Data Center

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Multipolar Tbk melalui anak perusahaannya, PT Graha Teknologi Nusantara, mendapat kucuran Rp. 115,4 miliar dari dua perusahaan Jepang Mitsui dan Mitsui Knowledge Industry (MKI) untuk mengembangkan bisnis data center di Indonesia.

Dana tersebut, oleh Multipolar akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan bisnis. Perolehan dana dalam bentuk setoran modal dapat digunakan oleh Graha Teknologi untuk memperluas cakupan penyediaan layanan. Selain perusahaan-perusahaan lokal, layanan data center juga bisa menjangkau perusahaan-perusahaan asing di Indonesia, terutama yang berasal dari Jepang.

Mitsui dan MKI akan mengambil 35% saham baru yang diterbitkan Graha Teknologi Nusnatara. Mitsui akan menggelontorkan dana sebanyak 22,7 juta atau setara 10% saham, sementara MKI membeli 56,9 juta atau 25% saham. Diharapkan, masuknya pemegang saham baru ke dalam Graha Teknologi dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dengan penerapan standar internasional. Selain itu, perseroan berharap dapat memaksimalkan nilai investasi yang sudah ditanamkan dalam Graha Teknologi.

Menurut Presiden Direktur Multipolar Technology Wahyudi Chandra, data center ini akan dilengkapi dengan dua sumber daya listrik dari grid yang terpisah, melalui penyedia kabel serat optik multi-carrier dan berlokasi strategis 30 km dari Jakarta dan 80 km dari Bandung, sesuai spesifikasi Tier-4. Direncanakan data center ini akan mulai beroperasi pada semester II tahun 2015. Data center ini juga memenuhi standar TIA 942 dan dengan Uptime Institute Certification ini akan menggabungkan kompetensi di bidang perencanaan dan implementasi Disaster Recovery and Business Continuity Plan.

"Prospeknya bisnis Data Center di Indonesia sangat cerah dan menjanjikan, khususnya jika memenuhi persyaratan standar yang tinggi dari para penyedia cloud dan pengguna content dari luar negeri, sebagaimana juga dari perusahaan-perusahaan besar Indonesia," yakin Wahyudi.