Search
Rabu 24 Juli 2024
  • :
  • :

Multipolar Technology akan segera Bangun Dua Data Center

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Multipolar Technology Tbk akan akan segera membangun data center di wilayah Cikarang dan Karawaci. Pembangunan unit data center tersebut dimaksudkan untuk mendukung peningkatan kapabilitas penyediaan data infomasi teknologi perseroan.

Demikian dikatakan Presiden Direktur Multipolar Technology Harijono Suwarno mengatakan. "Pada tahap awal pembangunan data center akan dilakukan di Cikarang. Target operasionalnya akhir 2014,” katanya. Untuk pembangunan, Multipolar akan menggunakan dana yang didapat dari hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Disampaikan pula, hingga September 2013, Multipolar telah menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp128,8 miliar atau 71,56% dari total dana IPO. Dijelaskannya,  total dana IPO sebesar Rp180 miliar dan setelah dikurangi biaya penawaran umum menjadi Rp177,32 miliar. Berdasarkan rencana dalam prospektus, dana IPO tersebut dialokasikan untuk belanja modal sekitar 28 persen dari toal dana IPO atau sekitar Rp50 miliar, sekitar 26 persen atau Rp46,5 miliar untuk pembayaran utang pemegang saham dan sisanya 46 persen atau Rp80,82 miliar untuk modal kerja.

Sementara realisasi dari dana IPO hingga akhir bulan lalu telah digunakan untuk pembayaran utang pemegang saham dan modal kerja. Sedangkan belanja modal baru digunakan sekitar Rp1,5 miliar. Dengan demikian, sisa dana IPO perseroan sebesar Rp48,53 miliar. Dana tersebut disimpan dalam bentuk giro di Bank CIMB Niaga dan Bank Permata.

Disampaikan Wakil Presiden Direktur Multipolar Wellianto Halim, saat ini pihaknya juga menjajaki pasar layanan uang melalui elektronik (e-money). Menurut Wellianto, saat ini perseroan sedang menjajaki sekitar lima sampai enam klien institusi besar pengguna layanan e-money yang disediakan oleh Multipolar. Masuknya Multipolar ke bisnis layanan e-money karena dilihat pasar ini memiliki potensi cukup besar. 

"Pasar untuk e-money ini kelihatannya akan cukup besar. Diharapkan lima tahun ke depan bisa mendapat 20 juta dolar AS dalam services," kata Wellianto. Ditambahkannya, untuk mewujudkan hal itu pihaknya menyasar pengguna layanan e-money dari sejumlah sektor strategis seperti telekomunikasi, perbankan dan lainnya. 

Multipolar juga menyatakan kesiapannya mendukung pertumbuhan perbankan mikro Indonesia melalui solusi Core Banking BankVision. BankVision memiliki fitur lengkap dan terintegrasi dengan berbagai delivery channel modern seperti EDC mobile dan ponsel. Solusi ini diyakini mampu mendorong peningkatan bisnis bank di sektor usaha mikro untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses ke fasilitas perbankan.