Search
Selasa 16 Juli 2024
  • :
  • :

Nama Domain .id Segera Jadi kenyataan?

MAJALAH ICT – Jakarta. Indonesia segera memiliki nama domain tunggal (.id) tanpa embel-embel .co, .or, .go, dan lainnya setelan Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi) bersama Forum Nama Domain Indonesia mulai mengkaji hal tersebut.

"Sudah banyak permintaan dari masyarakat, dan kita memang menentukan nama domain baru berdasarkan permintaan publik. Nama domain langsung ‘.id’ memungkinkan namun kita masih mengkaji hal-hal lain seperti potensi pemakainya, persyaratan pemakai, dan lainnya," ujar Sigit Widodo, salah seorang Ketua Pandi.

Sejumlah negara seperti China dan negara-negara Eropa memberlakukan nama domain tunggal seperti ‘.cn’ untuk China dan ‘.de’ untuk Jerman. Indonesia belum mengadopsi nama domain tunggal, dan masih memecahnya menjadi berbagai macam nama domain seperti ‘.co.id’, ‘.go.id’, ‘.web.id’, ‘.desa.id’ dan lainnya.

Perkembangan penggunaan domain ‘.id’, saat ini memang sedang jadi pantauan karena saat ini sedang dilakukan konsultasi publik Rancangan Peraturan Menteri mengenai Pengelolaan Nama Domain yang mengatur pengelolaan domain tingkat internasional maupun negara.

Dari data statistik yang dikeluarkan Pandi secara total, hingga akhir Februari pengguna domain ‘.id’ adalah sebanyak 108.979.

Angka ini menurun dibanding pada akhir 2012 yang mencapai 109.695 pengguna. Dari angka tersebut, pengguna paling banyak adalah domain ‘co.id’, yaitu sebanyak 43.409, dan ‘web.id’ sebanyak 42.583.

Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, mengungkapkan yang perlu diperhatikan pertama kali dalam penggunaan domain ‘.id’ adalah insentif.

"Sampai saat ini, pemerintah sendiri tidak memberikan insentif apa-apa terhadap penggunaan domain ‘.id.’," ungkapnya.

Bahkan yang terjadi, proses pendaftaran domain ‘.id’ lebih sulit dibanding domain seperti ‘.com’ atau ‘.co’ yang tidak membutuhkan data apa-apa dari pengguna.

Hal lain yang membuat domain ‘co.id’ tidak begitu disukai karena dianggap cukup panjang dibanding ‘.com’ atau ‘.co’. Inilah yang perlu direvolusi dengan langsung menggunakan ‘.id’ saja, seperti sejumlah negara lain.(ap)