Search
Sabtu 17 April 2021
  • :
  • :

Pasar Penerbangan di Asia Tenggara Berada pada Posisi yang Kuat untuk Pulih

MAJALAH ICT – Jakarta. Boeing memproyeksikan para maskapai penerbangan di Asia Tenggara akan memerlukan 4.400 pesawat terbang baru senilai US$700 milyar pada 20 ke depan. Pasar intra Asia Tenggara akan menjadi yang terbesar kelima di dunia pada tahun 2039, dan jaringan penerbangan domestik dan regional yang luas di kawasan ini dapat menopang pemulihannya pasca pandemi, berdasarkan Proyeksi Pasar Komersial (Commercial Market Outlook, CMO) Boeing 2020.

Melalui maskapai penerbangan berbiaya rendah yang menawarkan layanan yang terjangkau dan kapasitas tambahan, CMO memperkirakan pertumbuhan pergerakan penumpang di Asia Tenggara tumbuh sebesar 5,7% setiap tahun sepanjang periode proyeksi. Dalam kurun waktu ini, Asia Tenggara akan menjadi pasar penerbangan kedua terbesar di kawasan Asia Pasifik setelah Cina.

Boeing memperkirakan armada pesawat terbang komersial kawasan ini akan tumbuh sebesar 5,3% setiap tahun pada 20 tahun mendatang. Selain itu, permintaan terhadap jasa purna jual pesawat komersial – senilai US$790 milyar – akan membantu menopang armada pesawat terbang dalam kurun waktu yang sama.

“Penggerak pertumbuhan fundamental Asia Tenggara tetap kuat. Dengan meningkatnya jumlah penduduk berpendapatan menengah dan pertumbuhan pengeluaran belanja pribadi, perekonomian kawasan ini telah tumbuh hingga 70% pada dekade terakhir, mendorong peningkatan tren perjalanan,’’ ungkap Darren Hulst, Boeing vice president of Commercial Marketing. “Selain itu, pemerintah di kawasan ini terus menghargai kontribusi penting sektor penerbangan dan pariwisata bagi pertumbuhan ekonomi.’’

Sementara pengiriman pesawat terbang pada waktu mendekat terdampak akibat pandemi, menurut estimasi Boeing para operator penerbangan akan memerlukan lebih dari 3.500 pesawat terbang lorong- unggal baru di kawasan hingga tahun 2039. Pesawat terbang lorong tunggal (single-aisle) seperti varian pesawat terbang 737, akan terus menjadi penggerak pertumbuhan kapasitas penerbangan di kawasan ini di mana secara global penerbangan berbiaya rendah memiliki penetrasi pasar yang tertinggi.

Pesawat lorong ganda (twin-aisle) seperti pesawat 777X dan 787 Dreamliner akan tetap menjadi pondasi industri penerbangan di Asia Tenggara. Pada 20 tahun ke depan, sekitar satu dari empat pesawat lorong ganda akan dikirimkan ke kawasan Asia Pasifik dan sekitarnya yang diperuntukkan bagi maskapai yang beroperasi di Asia Tenggara.

Secara umum, Boeing memperkirakan bahwa permintaan sebesar 760 pesawat berbadan lebar (widebodies) di kawasan ini akan terjadi hingga tahun 2039, memungkinkan peremajaan yang lebih efisien dan pertumbuhan jaringan yang lebih luwes bagi para maskapai Asia Tenggara. Sementara pasar penerbangan jarak jauh diperkirakan memakan waktu lebih lama, armada pesawat lorong ganda Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh sebesar 55% – hingga 780 pesawat berbadan lebar – hingga tahun 2039.

Pertumbuhan jasa penerbangan komersial kawasan ini tetap menjanjikan dalam jangka panjang. Jasa komersial Asia Tenggara diperkirakan mencapai US$790 milyar dalam 20 tahun ke depan, sedikit meningkat dari proyeksi tahun lalu yang didorong terutama dari pertumbuhan konversi pesawat kargo dan solusi digital dan analitik. Kawasan ini diperkirakan akan memerlukan 183.000 pilot pesawat komersial, anggota awak kabin, dan teknisi penerbangan sepanjang periode proyeksi.

Di tataran global, Boeing memproyeksikan kebutuhan persawat terbang komersial baru sebesar 43.110 dan permintaan terhadap layanan purna jual senilai $9 trilyun dalam dua dekade mendatang. Penerbangan kargo (freighter) dunia diproyeksikan tumbuh sebesar 4% setiap tahunnya berkat ekspektasi produksi industri dan pergadangan dunia yang kokoh. Pesawat kargo (akan tetap menjadi tulang punggung industri kargo dengan kebutuhan 930 pesawat terbang baru dan 1.500 pesawat kargo yang dikonversi pada kurun waktu yang sama.

Boeing adalah perusahaan kedirgantaraan terbesar di dunia dan produsen jet komersial, pertahanan, ruang angkasa dan sistem keamanan yang terkemuka. Sebagai eksportir terbesar AS, Boeing mendukung berbagai pelanggan komersial dan pemerintahan di lebih dari 150 negara dan memanfaatkan bakat-bakat yang dimiliki para supplier global. Dibangun di atas warisan kepemimpinan kedirgantaraan, Boeing terus memimpin dalam teknologi dan inovasi, memberikan hasil kepada pelanggannya dan berinvestasi pada sumber daya manusia dan pertumbuhan di masa depan.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *