Search
Minggu 8 Desember 2019
  • :
  • :

Passpod Mantapkan Posisi Jadi Digital Tourist Pass Terdepan di Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. PT. Yelooo Integra Datanet Tbk (Passpod) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pertama sejak melantai di Bursa Efek Indonesia di tahun 2018 lalu dengan kode emiten YELO. Pada RUPST ini, Passpod mengumumkan pertumbuhan positif dimana membukukan laba bersih sebesar Rp 2,98 milyar untuk tahun buku 2018.

Pertumbuhan positif Passpod salah satunya ditunjang oleh pertumbuhan outbound traveler di Indonesia yang kian meningkat. Data Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) menunjukkan bahwa pertumbuhan wisatawan ke luar negeri (outbound traveler) di tahun 2019 ini diperkirakan akan meningkat sebesar 10% dengan jumlah sebesar 10,7 juta wisatawan dengan negara tujuan utama dari wisatawan Indonesia adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang dan Korea Selatan.

CEO Passpod Hiro Whardana menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan investor, shareholder dan masyarakat hingga Passpod dapat mencapai target di tahun 2018. “Tahun 2018 merupakan tahun yang baik bagi perseroan karena perencanaan dan eksekusi yang semakin matang berhasil membawa pertumbuhan luar biasa dibanding pencapaian di tahun 2017. Pemanfaatan momentum peak season untuk negara-negara tujuan favorit dan penawaran paket bundling tiket atraksi di negara tujuan memberikan hasil yang sangat signifikan. Pertumbuhan yang cukup baik juga sangat terasa dari beberapa pengembangan yang telah kami lakukan yaitu penjualan tiket atraksi dan event.”

Bertempat di Manhattan Hotel, Jakarta Selatan, selain agenda pengesahan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2018, Passpod juga melaporkan per 31 Desember 2018 telah menggunakan Rp. 41.795.287.121 atau sebesar 89.94% dari dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang berjumlah sebesar Rp46.468.500.000 setelah dikurangi biaya-biaya umum. Dana ini digunakan untuk modal kerja sebesar Rp. 40 milyar seperti penambahan jumlah modem dan infrastruktur lainnya serta pengembangan aplikasi sebesar Rp. 1.4 milyar.

“Dari berbagai tantangan yang ada yang telah kami lalui di 2018, fokus strategi bisnis Passpod di 2019 yakni menambah pilihan fitur pada aplikasi, memperluas wilayah pemasaran, dan fokus pada peningkatan kegiatan digital marketing. Kami juga sedang melakukan penjajakan teknologi terbaru soft sim dan esim serta memasuki bisnis inbound tourism. Berbagai fitur baru serta penawaran bundling penyewaan modem dan tiket atraksi negara tujuan favorit telah kami siapkan untuk menyambut berbagai momentum liburan ditahun ini” tambah Hiro.

Dari sisi pengembangan teknologi, tahun ini Passpod telah menambah fitur baru di aplikasi mobile Passpod seperti asuransi perjalanan, perencanaan perjalanan (itinerary planner) dan fitur e-commerce di portal Passpod.com. Saat ini fitur e-commerce telah menjual traveling deals, asuransi, dan berbagai kebutuhan penunjang travel lainnya. Hiro juga menambahkan bahwa Passpod sedang melakukan beta testing untuk fitur chatbot sebagai layanan virtual assistant demi peningkatan layanan konsumen. Fitur chatbot ini diharapkan nantinya dapat melayani pelanggan sejak proses tanya jawab sampai transaksi di platform Passpod selama 7×24 jam.

Selain pemaparan kinerja, RUPST menetapkan bahwa sebesar Rp 500.000.000 dari laba bersih tahun buku 2018 ditetapkan sebagai cadangan wajib. Sedangkan sisa dari laba bersih tahun buku 2018 akan dibukukan sebagai laba ditahan (Retained Earning). Wewy Suwanto, Direktur Keuangan dan Operasional Passpod menjelaskan “Perseroan tidak melakukan pembagian dividen untuk tahun buku 2018 demi mewujudkan strategi pengembangan bisnis tahun 2019. Yang mana diawal tahun ini kami telah mengembangkan berbagai kemitraan yang mendukung visi kami sebagai ekosistem on-demand untuk kebutuhan yang relevan bagi traveller selama perjalanan.”

Pada awal 2019, sebagai pengembangan bisnis Passpod telah bekerjasama dengan Tokopedia untuk official stores, kemudian menjadi official partner penjualan tiket event atraksi lokal dari LOKET, serta menjalin berbagai kemitraan seperti maskapai penerbangan dan jasa travel lainnya untuk pengembangan jaringan pemasaran. Dari rencana ekspansi bisnis yang ditargetkan di negara-negara Asia Tenggara untuk bisnis inbound travel, di Q1 2019 Passpod telah membuat joint-venture bersama perusahaan payment WeePay untuk menggarap pasar outbound travel di Filipina.

“Berbagai fitur, teknologi dan pengembangan bisnis yang dikembangkan Kami harapkan dapat terus meningkatkan kinerja dan posisi Passpod sebagai Digital Tourist Pass terdepan di Indonesia. Hal ini terlihat dari profit yang baru saja dibukukan Passpod pada kuartal pertama 2019 yakni sebesar Rp943 Juta atau naik 320 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.” jelas Hiro.

RUPST juga mengumumkan bahwa perseroan menunjuk kembali KAP Mirawati Sensi Idris (Moore Stephens) untuk melakukan audit keuangan dan atau KAP lainnya. RUPS memberi wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk bertindak atas nama Rapat Umum Pemegang Saham dalam hal menentukan pembagian tugas dan wewenang direksi serta menentukan remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.

Ade Winata Gho yang sebelumnya menjabat Direktur Independen beralih posisi menjadi Head of Business Development Passpod. Sehingga susunan pengurus perseroan setelah perubahan dapat dilihat sebagai berikut:
o Komisaris Utama: Tiang Cun Hui
o Komisaris: Andrew Suhalim
o Komisaris Independen: Harry K. Nugraha
o Direktur Utama: Hiro Whardana
o Direktur Keuangan dan Operasional: Wewy Suwanto.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *