MAJALAH ICT – Jakarta. Pembajakan yang terjadi terhadap jaringan Indosat telah melumpuhkan bukan saja jaringan Indosat, namun juga 417 ribuan prefik internet di dunia, terbentang dari Amerika Serikat, Kanada, hingga Polandia maupun Australia. Pembajakan ini dinyatakan BGP Monitoring, yang mengamati prefik-prefik di dunia, sebagai pembajakan terbesar yang pernah ada. Dan bukan cuma itu, pembajakan ini ternyata bukan peristwa pertama, melainkan yang kedua.
Demikian diungkap BGP Monitoring melalui lama resmi mereka di bgpmon.net. Menurut BGP Monitoring, yang memonitor keamaan jaringan dan routing, Indosat berkode AS4761, normalnya hanya mengoriginasi sekitar 300 prefiks saja. Namun sejak pukul 18:26 GMT atau pukul 01:26 WIB tanggal 3 April, Indosat mengoriginasi 417.038 prefiks baru. Ini yang kemudian menimbulkan dampak ke seluruh dunia akibat adanya kesalahan originasi (mis-originasi). Perubahan tersebut terjadi terus hingg 21:15 GMT atau 04:14 WIB tangal 3 April.
Dari kejadian ini, ada lebih dari 10 titik negara yang terganggu, dan menyangkut 417 ribu prefiks. Yang menarik adalah pembajakan ini juga membajak prefiks Suriah, yang sedang dilanda konflik dan melibatkan juga banyak hacker dengan segala macam peretasannya.
Dilaporkan oleh BGP Monitoring, dari dokumen mereka, ternyata peristiwa ini bukan prtama. Pada 2011, Indosat juga mengalami hal serupa. Indosat yang biasanya menghasilan orginasi prefiks hanya 100 berkembang menjadi 2.800. Namun saat itu dampaknya tidak begitu besar seperti saat ini. Beberapa prefiks yang saat itu tergangung di antaranya adalah Google, Akamai, Amazon, Cisco, DoD, Senat Amrika Serikat, American Express serta General Electric.

















