Search
Jumat 19 April 2024
  • :
  • :

Pemerintah Menutupi Adanya Serangan Hacker Australia?

MAJALAH ICT – Jakarta. Sejak kemarin sore hingga semalam, situs online banking BCA www.klikbca.com jatuh bangun diserang. Kejadian ini menambahkan daftar situs yang jatih bangun bahkan down diserang dalam dua minggu terakhir ini. beberapa situs lokal beberapa minggu terakhir ini down, meski belum diketahui sebab sebenarnya. Sebut saja, situs Kementerian Hukum dan HAM, situs Kementerian Perdagangan, situs PLN, situs Kepolisian RI, serta di sektor BUMN yang juga rontok adalah situs maskapai Garuda Indonesia. Down nya situs Garuda Indonesia membuat layanan online cek check ini serta pemesanan tiket online lumpuh. Untung saja, situs ini kembali normal dalam waktu kurang dari 24 jam.

Yang menarik, meski Menteri Kominfo belum memastikan apakah ada serangan Australia terhadap situs-situs Idoensia, namun Kepala Informasi dan Humas Gatot S. Dewa Broto dalam siaran pers nya dapat memastikan bahwa tidak ada serangan hacker Australia ke Indonesia. "Adapun hasil investigasi sejauh ini menyatakan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Gatot.

Gatot menjelaskan, menyusul adanya sikap kekecewaan yang sangat mendalam dari Pemerintah Indonesia terhadap kegiatan penyadapan yang dilakukan oleh Australia sebagaimana telah disampaikan secara tegas oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pada tanggal 18 November 2013, maka beberapa hari terakhir ini banyak informasi yang tersebar melalui berbagai media sosial dan juga media online dan cetak terkait dengan adanya serangan yang dilakukan oleh Anonymous Australia yang ditujukan ke infrastruktur strategis milik Indonesia.

Informasi ini berasal dari seseorang yang menyatakan dirinya sebagai Anonymous Australia sebagaimana yang tercantum pada salah satu halaman pastebin.com, yang menyebutkan, bahwa telah dilakukan peretasan pada berbagai situs di Indonesia, antara lain adalah: soloairport.com, situs Garuda Indonesia Airways, situs Angkasa Pura dan situs pendidikan.

Dan memang, yang terjadi seperti itu alias apa yang dikatakan peretas Australia benar adanya dimana banyak situs Indonesia yang down bahkan rontok. Apakah pemerintah sengaja menutupi adanya serangan hacker Australia? Entahlah.