Search
Sabtu 17 Januari 2026
  • :
  • :

Pengamat: Mengada-Ada Hacker Dituding Gelembungkan Suara Pilpres

MAJALAH ICT – Jakarta.Ketua Tim Koalisi Merah Putih Perjuangan untuk Kebenaran dan Keadilan Letjen (Purn) Yunus Yosfiah menyebutkan adanya 37 hacker asal Korea dan China yang menggelembungkan suara golput. Yunus menuding ada sekitar 4 juta suara dimanipulasi. Apa yang dikatakan Yunus dikritisi pengamat teknologi informasi sebagai hal yang mengada-ada.

Demikian kritik itu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi. Menurut Heru, ada dua hal yang membuat tudingan itu tidak berdasar. "Pertama, sistem penghitungan suara KPU menggunakan sistem penghitungan manual, bukan benar-benar berbasis teknologi informasi seperti dengan hadirnya Tabulasi Nasional Pemilu (TNP) beberapa tahun lalu," kata Heru.

Heru yang mengamati jalannya penghitungan melalui TNP sejak 2004 saat kemudian situs tersebut diretas dan diganti dengan nama partai yang aneh-aneh mengatakan, jika TNP semua data dari TPS, diverifikasi dan langsung masuk tabulasi. Sehingga, katanya memang rawan diretas. "Kalau sekarang berbeda. Kalaupun ada formulir C1 yang diupload ke situs KPU, menurut saya penghitungan suara tetap pakai manual, karena tidak ada rekapitulasi berdasar masukan data langsung ke situs tabulasi nasional KPU," katanya. "Lalu yang diretas yang mananya?" Tanyanya.

Dan yang kedua, tambah Heru, yang ditangkap polisi ada 34 orang yang diduga hacker. "Dari beberapa kasus sebelumnya, paling mungkin mereka penjahat cyber yang menggunakan modus operandi membobol rekening perbankan maupun mafia penipuan lewat jejaring sosial dengan memeras korban. Ini pernah kejadian dan ditangkap di Batam beberapa waktu lalu," ungkap Heru.