Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Pengemudi Taksi Uber di Australia Juga Mulai Ditangkapi

MAJALAH ICT – Jakarta. Seorang mantan perwira polisi di Australia menyewa dan kemudian menangkap pengemudi taksi Uber karena tidak memiliki ijin. Russell Howarth, mantan polisi itu, yang juga pendiri kelompok Arresting Uber, melakukan penangkapan pada sopir di Sydney minggu lalu dan berencana untuk melaksanakan 10 lainnya pekan ini dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran pengemudi yang tanpa izin mengangkut penumpang secara ilegal melalui layanan Uber.

Uber saat ini beroperasi di lebih dari 200 kota di 45 negara di seluruh dunia dan terus memperluas layanan secara internasional, meskipun hal itu mendapat perlawanan dari organisasi taksi lokal dan serikat pekerja. Di Australai sendiri ada layanan bernama UberX, dimana ini merupakan layanan taksi Uber versi mrauh dimana pengemudi taksi menggunakan kendaraan mereka sendiri tanpa perlu menggunakan kendaraan yang memang diku=hususkan untuk taksi.

"Uber melakukan lebih kejahatan dan membuat lebih banyak uang daripada kelompok kejahatan terorganisir di dunia," kata Howarth sebagaimana dilansir  IBTimes UK. "Besarnya kegiatan ilegal Uber sudah luar biasa."

Howarth melakukan penangkapan pertamanya pekan lalu setelah memesan mobil UberX untuk berhenti dan meminta pengemudi untuk melihat dokumen-douemnnya. Ketika sopir UberX mengakui bahwa ia beroperasi secara ilegal, Howarth memberitahunya bahwa dia adalah seorang warga sipil dan melakukan  penangkapan sebagai warga negara.

"Itu adalah usaha aksi publisitas," kata seorang juru bicara Uber, setelah mendengar penangkapan pertama Howarth ini. "Saya tidak yakin kita akan mendengar ada mitra Uber telah ditangkap."

"Uber akan menyadari segera bahwa penangkapan ini adalah ancaman terbesar  yang pernah dihadapi," kata Howarth. "Mereka tampaknya memiliki kesombongan sendiri bahwa mereka akan lolos dengan itu," tegasnya.