Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Pengguna Seluler Berikan Kontribusi Peningkatan PDB 5,5 Persen

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan bahwa pengguna telepon seluler memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 5,5%. Hal itu diektahui berdasar hasil riset LPEM FE UI bersama Masyarakat Telematika (Mastel) tentang kontribusi smartphone dan sektor ICT sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. 

"Hasil penelitian ini membuktikan sekaligus mempertegas bahwa sektor ICT memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di suatu negara, tak terkecuali Indonesia,” kata Rudiantara pada Perayaan HUT ke 22 Mastel di Kantor Kementerian Kominfo, sebagaimana dilansir laman resmi Kementerian.

Dtambahkannya, hasil kajian LPEM FE UI bersama Mastel menyimpulkan bahwa setiap pengguna smartphone mampu memberikan nilai tambah ekonomi sebesar Rp1.728.000. Selanjutnya, kenaikan jumlah pengguna telepon seluler sebesar 1% akan meningkatkan PDB sebesar 0,055%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa semua pengguna telepon seluler memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 5,5%.

Rudiantara juga mengatakan bahwa dampak industri ICT ini akan semakin besar seiring dengan berkembangnya pemanfaatan ICT disetiap sektor kehidupan masyarakat khususnya e-commerce. "Indonesia merupakan negara dengan potensi digital economy terbesar di dunia," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Umum Mastel, Kristiono mengatakan smartphone merupakan alat produksi yang memungkinkan masyarakat meningkatkan kualitas hidup, memberikan akses lebih mudah untuk informasi dan peluang bisnis. Untuk itu Kristiono berharap pemerintah dapat mendukung akses kepemilikan smartphone bagi seluruh masyarakat dan tidak melakukan upaya yang menghambat ketersediaan smartphone dengan harga yang terjangkau.

"Mastel berharap semua pihak mendukung terciptanya ekosistem ekonomi digital yang mudah diakses oleh seluruh lapiran masyarakat,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, Kristiono juga berharap pemerintah untuk merancang paket kebijakan industri, investasi dan perdagangan yang komprehensif agar mampu mendorong terbentuknya Indonesia sebagai negara yang berbasis ekonomi digital.