Search
Senin 23 September 2019
  • :
  • :

Peretasan dan Internet Murah (Bagian 1)

MAJALAH ICT – Jakarta. Situs penyedia layanan telekomunikasi dan internet Telkomsel beberapa waktu lalu diretas hacker. Peretas mengganti tampilan halaman situs Telkomsel di telkomsel.com dengan keluhan akan internet yang mahal. Selain itu, peretas juga mengganti Telkomsel menjadi Telkomnyet. Namun kini, situs Telkomsel sudah kembali normal.

Peretasan laman Telkomsel diketahui dari garis waktu media sosial Twitter yang menyebut bahwa laman depan Telkomsel berubah penampilan. Di halaman depan situs yang diretas, peretas memprotes harga paket data Telkomsel yang dianggap terlalu mahal. Deskripsinya pun berisi kata-kata kasar yang mengeluhkan soal itu.

“Pegimane bangsa Endonesia mau maju kalo internet aja mahal. Makan aja susah apalagi beli kuota internet. Murhain harga kuota internet. Kagak usah dibagi-bagi 2G/3G/4G,” begitu tulisan yang ditinggalkan peretas dalam laman yang berlatar belakang warna hitam.

Memang ada simbol anonymous dalam laman tersebut. Namun, seruannya ingin tidak perlu ada paket bundling layanan internet HOOQ dan Viu untuk hiburan. “Gue cuma butuh kuota internet. Titik,” tulisnya.

Bergantinya halaman depan laman Telkomsel memang tidak lama, sebab kemudian situs Telkomsel sudah dapat diakses kembali. Namun, sempat juga ketika dicoba menggunakan fasilitas pencarian lewat Google, maka akan didapat pengubahan nama perusahaan Telkomsel menjadi Telkomnyet.

Disebut memberikan tarif mahal, Telkomsel punya alasan mengapa hal itu bisa terjadi. Disampaikan Vice President Communications Telkomsel Adita Irawati, dalam menetapkan tarif internet, Telkomsel merujuk pada komponen biaya jaringan termasuk untuk kebutuhan akses bandwidth internasional. Dan kini, pihaknya menawarkan berbagai pilihan paket Internet kepada pelanggan, dengan berbagai pilihan harga.

“Telkomsel berterima kasih dan menghargai keluhan masyarakat pengguna soal tarif kuota Internet. Hal ini menunjukkan bahwa produk seluler kami digunakan oleh masyarakat luas. Namun sesungguhnya kami menawarkan berbagai pilihan paket Internet kepada pelanggan, dengan berbagai pilihan harga,” katanya.

Dijelaskan Adita, layanan Telkomsel hadir di 95 persen wilayah populasi Indonesia melayani seluruh pelanggan hingga ke pelosok negeri dan bahkan hingga perbatasan. Layanan 4G Telkomsel juga telah hadir di sekitar 500 ibu kota/kabupaten untuk memberikan pelanggan pengalaman internet cepat. Saat ini pelanggan Telkomsel mencapai 169 juta pelanggan dimana sekitar 50 persen diantaranya tercatat sebagai pelanggan 3G/4G.

Kemudian, Telkomsel juga telah melaksanakan pembangunan sekitar 25,000 BTS baru sepanjang 2016, di mana 92 persen diantaranya merupakan BTS 3G/4G. Telkomsel memiliki total BTS sekitar 137 ribu unit, dengan komposisi BTS 3G/4G sebesar 61 persen.

“Semua ini tentunya kami tujukan untuk bisa membantu masyarakat memperoleh akses telekomunikasi yg dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Selanjutnya >>

 

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *