Search
Sabtu 13 Juli 2024
  • :
  • :

PERGESERAN TI (7): Harus Berani Tolak Pelanggan Yang Ingin Mengubah Software

MAJALAH ICT – Jakarta. Faktor untuk mengantisipasi perubahan adalah proses. Proses yang dimaksud ialah pola interaksi, koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang digunakan untuk mengubah sumber daya menjadi produk atau jasa yang mempunyai nilai lebih besar.

Yang menarik dalam proses ini, biasanya suatu perusahaan menentukan caranya dan masuk dalam suatu standard, sehingga “cara” tersebut menjadi sesuatu yang harus diikuti. Padahal di dalam inovasi yang dilakukan, perubahan adalah cara kita melakukan sesuatu. Perubahan suatu cara akan menghasilkan sesuatu yang sangat berbeda.

"Pengalaman saya, di Andal Software selalu memperhatikan proses, bagaimana setiap proses dilakukan, yang kita tentukan adalah hasilnya dan ukuruan dari hasil tersebut, kemudian prosesnya bisa berubah. Sehingga kami akan mendapatkan proses yang semakin lama semakin baik," ujar Direktur Andal Software Indra Sosrodjojo.

Sekitar empat tahun yang lalu proses implementasi software payroll pelanggan memerlukan waktu yang cukup lama sekitar lima bulan. Saat ini Andal Software dapat melakukan implementasi paling cepat dalam waktu dua minggu dan rata rata dapat selesaikan dalam waktu satu bulan setelah data yang diberikan oleh pelanggan lengkap dan benar.

"Perbedaan yang cukup siginifikan ini terjadi karena kami selalu memperbaiki proses, kami mempunyai goal untuk mempercepat waktu implementasi kemudian kita amati prosesnya, mana yang dapat disederhanakan dan mana yang memerlukan tools untuk mempercepat prosesnya. Karena proses inilah tim di Andal Software sudah terbiasa dengan memperhatikan prosesnya mana yang dapat diperbaiki dan mana yang dapat dipercepat," katanya.

"Kami tidak dapat membayangkan seandainya Andal Software tidak mempunyai nilai yang jelas, pasti dalam perjalanannya banyak keputusan yang salah." Contoh yang paling mudah, tambahnya, banyak sekali pelanggan Andal Software yang minta kastemisasi agar proses sistem payroll-nya menjadi lebih mudah menurut persepsi pelanggan.

"Tetapi kami tetap berpegang pada produk artinya kami akan mencarikan jalan keluarnya untuk mengerjakan pekerjaan yang mereka inginkan dengan cara yang sudah ada dalam software kami. Namun bila pelanggan tersebut tetap menginginkan fitur yang mereka minta, kami lebih baik mencari pelanggan yang lain dari pada melakukan modifikasi software hanya untuk pelanggan tersebut," tuturnya.

Banyak perusahaan yang tidak dapat mengambil keputusan antara mengambil proyeknya dengan melakukan kastemisasi atau tetap menjual produk. Ketakutan yang dirasakan oleh perusahaan software seperti itu adalah tidak mendapatkan pelanggan.

"Yang kami alami justru sebaliknya dengan kami memperbaiki produk, dan yakin bahwa produk kami dapat diterima oleh banyak pelanggan. Dengan konsisten dan fokus pada pengembangan produk, pertumbuhan revenue kami tiga tahun terakhir ini mencapai 50 % lebih setiap tahunnya. Pertumbuhan yang luar biasa menurut saya, karena kami mempunyai resources yang handal, perbaikan proses secara berkesinambungan dan mempunyai nilai perusahaan yang jelas."