Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Perkembangan ICT Berkontribusi Ciptakan Perdamaian

MAJALAH ICT – Jakarta. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik  Fredy H tulung mengatakan,  pesatnya perkembangan yang terjadi di dalam teknologi informasi dan komunikasi (ICT), jika digunakan dengan bijak akan mendorong pembangunan, berkontribusi menciptakan perdamaian dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"ICT bisa berdampak luas terhadap pembangunan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pilar bangsa atau justru bisa menghancurkan masyarakat," kata  Freddy H Tulung saat menyampaikan mengenai Configuring Now Media For Peace dalam Global Media Forum di Bali Nusa Dua Convention Center.

Freddy menggambarkan, bagaimana teknologi internet dan broadband mempengaruhi peningkatan indeks pembangunan manusia. Sebagai contoh di Indonesia pada tahun 2011 kontribusi internet terhadap PDB nasional mencapai 1,6 persen. Sementara data World Bank menyebutkan, setiap 10 persen penetrasi broadband berkontribusi 1,3 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, penetrasi media di Indonesia seperti telpon seluler mencapai 112 persen, televisi 95 persen, radio 47 persen, internet 29 persen dan majalah 13 persen.

Di Indonesia terdapat 72.700.000 pengguna internet, sebanyak 62 juta adalah pengguna aktif facebook dan dari jumlah pengguna intenet tersebut ada 20,8 persen yang menggunakan twitter. Dimana 40 persen penggunanya adalah kelompok usia muda 15-24 tahun, dan 60 persen adalah usia 25-35 tahun. Indonesia tercatat sebagai salah satu pengguna twitter terbesar ke- 5 di dunia, setelah US, Brazil, Jepang dan United Kingdom.

Kualitas media informasi terlihat dari isinya, jika penggunaannya tidak benar memunculkan radikalisme, kekerasan, mistik, konsumerisme, sinisme, mistik, hedonisme yang dapat menghancurkan masyarakat.

"ICT mendorong masyarakat untuk mengutamakan kepentingan bersama, dan membina ikatan sosial, jadi yang terpenting saat ini adalah bagaimana Media lewat ICT bisa membuat dunia yang lebih baik bagi semua," katanya sebagaimana dilansir dari laman resmi Kementerian.