Search
Minggu 14 April 2024
  • :
  • :

Permintaan dan Harga Saham Twitter Melonjak-Lonjak

MAJALAH ICT – Jakarta. Permintaan dan harga saham situs microblogging Twiter melonjak-lonjak secara signifikan. Lonjakan tersebut memang mengejutkan dan di luar ekspektasi. Penjualan perdana itu tercatat sebagai yang terbesar bagi perusahaan teknologi setelah debut Facebook pada 2012. BBC melaporkan bahwa Twitter memilih Bursa New York dalam perdagangan saham perdananya berbeda dengan Facebook yang memilih bursa saham Nasdaq untuk penawaran saham perdananya.

Penawaran harga saham perdana Twitter saat IPO adalah sebesar 26 dolar As atau sekitar Rp. 290 ribu per lembar sahamnya. Harga saham dari pantauan Majalah ICT, saat ini pada angka 44.90 dolar AS atau meningkat 73% dibanding saat IPO.

Dengan harga saham yang meningkat diperkirakan nilai Twitter mencapai lebih dari 31 miliar dolar AS. Lebih dari 13 juta saham diperdagangkan setelah satu jam Bursa Saham New York dibuka. Minat investor untuk perusahaan microblogging ini telah mematahkan prediksi para analis. Saham diperdagangkan pada sekitar 22 kali perkiraan penjualan 2014, hampir dua kali lipat dari Facebook dan Linkedin. Padahal, pendapatan Twitter jauh lebih kecil dan pernah mengalami kerugian hampir 70 juta dolar AS.

Seperti ditulis Reuters, permintaan untuk saham Twitter sangat besar. Menurut layanan kabel yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Twitter ’30 kali berlangganan’, yang berarti investor meminta jumlah saham 30 kali lebih banyak dari yang ditawarkan. Dengan banyaknya permintaan, kemungkinan Twitter akan menaikkan harga saham serta menawarkan lebih banyak saham untuk meningkatkan lebih banyak pendapatan.