Search
Kamis 29 Juli 2021
  • :
  • :

Plasticpay Menangkan Top 15 Hyundai Start-up Challenge 2021

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Plasticpay Teknologi Daurulang yang merupakan sebuah perusahaan platform digital berbasis sosial digital yang juga merupakan entitas usaha dari PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) terpilih sebagai Top 15 Hyundai Start-up Challenge 2021. Plasticpay meraih dana hibah untuk pengembangan bisnis yang memanfaatkan platform digital untuk mengurangi sampah plastik, dan kesempatan mentoring bisnis selama masa akselerasi yang berlangsung hingga bulan Oktober 2021. Plasticpay terpilih sebagai Top 15 finalis Hyundai Start-up Challenge 2021 berkat komitmen sebagai social enterprise yang peduli akan lingkungan dan memberdayakan UMKM dengan bekerja sama menciptakan produk-produk upcycle yang bermanfaat.

Suhendra Setiadi, selaku CEO Plasticpay dan juga Direktur INOV mengatakan “Kami sangat bersyukur Plasticpay bisa mencapai tahap ini, dimana kami telah terpilih sebagai Top 15 dari 600 lebih perusahaan lainnya yang ikut dinilai. Kami berharap selama program akselerasi ini, Plasticpay akan semakin berkembang agar terus dapat memberikan impact terhadap lingkungan dan bumi Indonesia.”

Hyundai Start-up Challenge 2021 merupakan program akselerasi dan kompetisi yang diselenggarakan oleh Hyundai Motor Group untuk mendukung program start-up Plasticpay Won Top 15 Hyundai Start-up 2021 Challenge wirausahawan sosial di Indonesia. Program ini menitikberatkan penilaian untuk perusahaan yang bergerak dibidang sosial seperti masalah pendidikan (education), pekerjaan (employment), dan lingkungan (environment). Selama masa penjurian yang dimulai sejak bulan Mei hingga Juni 2021, sebanyak 600 perusahaan yang lolos seleksi telah melalui berbagai tahap penilaian mulai dari pengenalan program, produk yang dihasilkan serta pemaparan kepada juri. Dari tahap inilah kemudian dipilih 15 besar finalis yang mendapat kesempatan untuk menerima dana pengembangan usaha, dan diberikan mentor untuk setiap team selama masa program berlangsung.

Lebih lanjut Suhendra menjelaskan bahwa dari 15 finalis yang menjalani masa program akselerasi bersama Plasticpay, akan dipilih tiga tim terbaik pada akhir program yaitu pada bulan Oktober untuk mendapatkan dana hibah masing-masing sebesar US$45.500 atau setara dengan Rp650 juta. Selain itu, tiga tim terbaik tersebut juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemaparan bisnis di Korea Selatan. “Kami sangat excited mengikuti program ini, dan tentunya kita berharap melalui program akselerasi ini akan memberikan banyak pengalaman baru bagi Plasticpay untuk berkembang lebih baik ke depan agar terus bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Plasticpay merupakan perusahaan socio-eco-platform, yang menitikberatkan kepada program yang melibatkan masyarakat dan komunitas, dimana Plasticpay menyediakan Mini Collection Point (MCP) di komunitas atau residence yang ditujukan untuk masyarakat mengumpulkan sampah botol plastik berbasis digital. Hingga saat ini, Plasticpay sudah memiliki sekitar 83 unit MCP yang sudah terpasang, dan dalam Kuartal II-2021 akan memasang 276 unit MCP di area Jabodetabek. Selain itu, Plasticpay juga menciptakan Semi Reverse Vending Machine, mesin untuk menukarkan sampah botol plastik menjadi Plasticpay Point yang dapat dikonversi menjadi uang elektronik.
Salah satu program keberlanjutan yang diinisiasi oleh Plasticpay adalah mengajak perusahaan-perusahaan berkolaborasi untuk menjalankan program CSR yang berkelanjutan. Saat ini, Plasticpay telah bekerja sama dengan MAYORA Group, Djarum Group, HUNG-A Group, serta ISP (Ironindo Sukses Perkasa) Group, untuk menggerakkan ekonomi sirkular di Indonesia. “Kami sangat terbuka dengan peluang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk berkolaborasi bersama-sama mendukung pemerintah menerapkan ekonomi hijau, salah satunya mulai dengan cara sederhana yaitu pengelolaan sampah plastik dengan benar,” tutup Suhendra.

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *