Search
Jumat 25 September 2020
  • :
  • :

Plug and Play Indonesia Temui Menhub dan Kepala BEKRAF, Ada Apa?

MAJALAH ICT – Jakarta. Plug and Play (PNP) Indonesia menghadap Menteri Perhubungan Budi Karya dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf di tempat terpisah minggu ini. Saleh Husin yang merupakan mantan Menteri Perindustrian sekaligus Advisor dari PNP Indonesia juga tampak hadir dalam kedua kunjugan tersebut. Adapun kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen sekaligus tanggung jawab PNP Indonesia yang dipercaya oleh Presiden Jokowi dalam mengembangkan ekosistem startup di Indonesia.

Pertemuan dengan Triawan Munaf dijadwalkan untuk membahas pencapaian 11 startup yang masuk ke dalam program akselerator batch pertama PNP. 11 startup ini adalah Astronaut, Bandboo, Bustiket, Brankas, DANAdidik, Otospector, KYCK, Karta, Sayurbox, Toucan, dan Wonderlabs. Sejak masuk ke dalam program akselerator PNP bulan Mei 2017 lalu, startup-startup ini telah diperlengkapi dengan berbagai hal. Mulai dari workshop, 1-on-1 mentoring program, seed funding, dan banyak hal lainnya. Selain itu, startup-startup ini juga berhasil menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan besar yang merupakan corporate partner dari PNP Indonesia. Bahkan, beberapa startup sudah berada dalam tahap awal penjalinan kerjasama. Saat ini, PNP Indonesia yang digandeng oleh Gan Konsulindo, perusahaan investment lokal di Indonesia, telah memiliki 4 corporate partners, yaitu Astra International, BNI, BTN, dan Sinarmas. “Perusahaan besar sudah memiliki koneksi yang besar, namun cenderung kaku dalam hal inovasi. Di sisi lain, startup dikenal dengan inovasinya di bidang teknologi, namun mereka belum memiliki koneksi yang cukup. Dengan program ini, startup dan korporasi dapat saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing” tutur Wesley Harjono selaku President Director Plug and Play Indonesia.

Di tempat terpisah, Bustiket.com secara khusus bertemu dengan Menhub Budi Karya untuk membahas kerjasama dibidang transportasi. “Pemerintah memang sedang mengintensifkan ticketing bus diberbagai terminal, terutama di Jakarta,” tutur Budi Karya menanggapi presentasi dari Theo Rusli, Founder dari Bustiket.com. “Masyarakat membutuhkan sistem yang membantu proses menjadi lebih efisien. Sistem ini harus dicontohkan, artinya sistem ini harus sudah ada atau exist melalui aplikasi yang sudah ada,” lanjutnya.

Memiliki program yang terencana dengan baik, PNP Indonesia mengaku optimis bahwa startup lulusannya dapat memberikan kontribusi yang besar di dalam ekonomi digital di Indonesia. Bahkan, Plug and Play Indonesia mengaku siap untuk mendanai startup lainnya. “Registrasi untuk batch kedua akan kami buka dalam waktu dekat,” tutup Nayoko Wicaksono, Accelerator Director PNP Indonesia.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *