MAJALAH ICT – Jakarta. Pihak Kepolisian saat ini sudah menangkap dua kakak beradik yang berada di belakang akun TrioMacan2000. Edi Syahputra dan Raden Nuh saat ini sedang dalam pemeriksaan intensif di tahanan Polisi Daerah Metro Jaya.
Edi Syahputra ditangkap tangan setelah memerasa petinggi Telkom, sebesar Rp. 50 juta. Sementara Raden Nuh ditangkap sebagai hasil pengembangan kasus. "Dia dalang dari semua kejahatan ini," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Aris Budiman di Jakarta.
Polda Metro Jaya telah menerima 4 laporan susulan terkait pemerasan yang diduga dilakukan oleh ES dan kawan-kawan. "Cukup banyak, ratusan juta rupiah. Ini kita dalami terus," ucap Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Rikwanto.
Menurut Rikwanto, Edi dan Raden tidak bergerak sendirian dan memiliki jaringan cukup banyak, termasuk HK yang kini dalam incaran polisi. HK adalah tim Raden Nuh di TrioMacan2000. Sudah ada laporan masuk dari pelapor berinisial AS yang melaporkan HK dan kawan-kawan soal tindak pidana pemerasan dengan kerugian Rp 358.000.000.
Dalam analisis kepolisian, pemerasan terhadap tokoh-tokoh penting maupun petinggi BUMN menjadi modus yang dilakukan akun ini. Serangan begitu masih dilakukan melalui media sosial dan akan memiliki efek bernatai yang cepat. Bila target operasi yang diserang tidak tahan, dan merasa malu, maka perdamaian dengan TrioMacan2000 pun dilakukan. Perdamaian berakhir dengan kerja sama pemasangan iklan di media online yang dikelola juga oleh Admin TrioMacan2000. Karena merasa dibutuhkan, maka tidak segan-segan dimintakan pembayaran 100 persen di muka.
Namun yang terjadi dalam kasus petinggi Telkom, AP, pembayaran barulah untuk uang muka saja sebesar Rp. 50 juta. Kesepakatannya adalah 500 juta. "Sayangnya" baru DP sebesar Rp. 50 juta didapat, Edi Syahputra yang merupakan Komisaris Asatunews.com dan adik Raden Nuh, telah lebih dulu ditangkap polisi.
Melalui Asatunews.com sendiri, Raden Nuh berkilah bahwa dana yang dikirimkan Rp. 5o juta merupakan jebakan karena ini sesunguhnya adalah kerja sama beriklan.
"Benar bahwa saya ada menerima sejumlah uang, kalau tidak salah sebesar Rp. 50 juta dan Rp. 275 juta pada pertengahan oktober 2014 lalu, terhadap pemberian uang tersebut saya sampaikan sebagai berikut: Uang tersebut adalah untuk penggantian biaya operasional perusahaan/ kantor PT Asatu Media Perdana Bangsa yang merupakan milik Abdul Satar dan Wahyu Sakti Trenggono, saya dan Hari Koeshardjono. Di mana kepemilikan saham PT Asatu Media Perdana Bangsa sebesar 51% adalah milik Abdul Satar dan Trenggono, 35% milik saya dan Abadullah Rasyid, serta 14% milik Hari Koeshardjono. Namun, dalam akte perusahaan, saham milik Satar dan Trenggono dititipkan atas nama Hari Koes Hardjono. Penyerahan uang sebanyak dua kali dilakukan di restoran Larazeta Jalan Tebet Barat Raya 17 Tebet, Jakarta selatan.Penyerahan kedua pada tanggal 16 Oktober 2014 sekitar pukul 13.30 WIB di restoran Larazeta Jalan Tebet Barat Raya No. 17 lantai 2. Di mana pertemuan itu adalah inisiatif dari Satar setelah pertemuan pertama beberapa hari sebelumnya yang mana juga merupakan inisiatif dari Satar melalui ajakan pertemuan kepada saya melalui pesan bbm (blackberry messenger)," uraikan dalam media yang disinyalir satu group dengan akun TrioMacan2000 ini.

















