Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Ponsel dan Tablet Jadi Pemicu Membengkaknya Nilai Impor Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa perangkat ponsel dan tablet menjadi pemicu tingginya impor Indonesia di April 2014. Adapun Total total nilai impor Indonesia selama April 2014 mencapai 16,26 miliar dolar AS.

Seperti dijelaskan Kepala BPS Suryaman, impor di April naik 11,93 persen dibanding Maret 2014 yang sebesar 14,52 miliar dolar AS. "Tingginya impor didorong melonjaknya permintaan peralatan elektronik seperti ponsel dan tablet menjadi pemicunya," ungkap Suryaman.

Menurut Suryanan, naiknya impor diduga karena tingginya permintaan ponsel dan tablet di Indonesia. "Kami menduga tingginya permintaan ponsel dan tablet, terkait dengan rencana pemerintah menaikkan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) komoditas itu," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sektor telekomunikasi dinyatakan sebagai penyumbang terbesar defisit neraca perdagangan Indonesia. Defisit terjadi karena besarnya nilai import ponsel yang mencapai Rp 29 triliun. Angka ini senilai dengan 31 persen dari total defisit neraca perdagangan Indonesia yang mencapai 8 miliar dollar AS.

Seperti pernah diungkap Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Kalamullah Ramli. "Di tahun 2013 lalu, Indonesia setidaknya telah mengimpor sebanyak 15 ton ponsel yang nilainya mencapai 2,6 miliar dollar AS," ujar Kalamullah.

Besarnya andil sektor telekomunikasi tersebut menurut Ramli disebabkan karena tingginya angka impor produk telekomunikasi dari hulu ke hilir, mulai dari impor ponsel terbaru untuk konsumen hingga infrastruktur jaringan yang dilakukan oleh para operator untuk ekspansi layanan.