Search
Jumat 23 Januari 2026
  • :
  • :

Pos Indonesia Bersama Nurbaya Initiative Ajak UKM Bisnis Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Pos Indonesia mengumumkan kerja sama dengan Nurbaya Initiative untuk mengajak Usaha Kecil Menengah (UKM) mengarah ke bisnis digital. Dengan kerja sama ini, PT Pos Indonesia dan Nurbaya Initiative menargetkan sebanyak 2 juta UKM yang akan beralih untuk memanfaatkan internet sebagai medium pemasaran mereka. Gilarsi menyebut, paling lambat pada akhir tahun ini, petugas PT Pos Indonesia sudah akan dibekali dengan perangkat saat berkeliling di wilayah masing-masing.

President Director PT Pos Indonesia, Gilarsi Wahju Setijono di Galeri Indonesia WOW, SMESCO RumahKu menyatakan, dengan cakupan PT Pos Indonesia yang luas dan tersedia di seluruh Indonesia, pihaknya yakin bisa membantu lebih banyak UKM yang belum terhubung ke online untuk mulai beralih ke ranah ini. "Dan bapak-bapak petugas pos kini tidak hanya antar surat atau barang, juga pegang perangkat untuk bantu online-kan UKM. Petugas akan melakukan survei UKM potensial, dan membantu mereka memasarkan produk ke internet, dengan memotret produk dan mengunggahnya ke media sosial ataupun situs," katanya.

Dijelaskannya juga, tidak tersedia marketplace khusus yang akan dijadikan sebagai medium pemasaran produk UKM yang berhasil dibantu PT POS Indonesia tersebut. Hal ini disebabkan Nurbaya Intiative memiliki lahan khusus di hampir seluruh marketplace di Indonesia, disebut dengan nama Nurbaya Corner. Dengan kerja sama ini, Nurbaya Initiative bertindak sebagai kurator untuk menentukan produk yang akan dibantu untuk dipasarkan, sementara Pos Indonesia juga membantu dalam hal pengantaran barang dan sistem pembayaran.

Kerja sama antara keduanya juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, yang disampaikan oleh Menteri Rudiantara. Rudiantara menyebut kerja sama ini turut membantu target pemerintah dalam mengenalkan dan mengajak 8 juta UKM beroperasi di ranah digital.

Dalam kesempatan tersebut, Menkominfo Rudiantara menyatakan bahwa kian hari dirinya kian mantap bahwa core ekonomi Indonesia adalah UKM. UKM ini berkontribusi sebesar 58 persen untuk GDP Indonesia. "Saya juga semakin yakin teknologi harus bisa jadi enabler dan memberi nilai tambah bagi tidak hanya bagi pelaku industri ini, juga untuk masyarakat secara keseluruhan," tandasnya.