Search
Kamis 25 Februari 2021
  • :
  • :

Prioritaskan Alur Kerja Bisnis Bernilai Tinggi Percepat Transformasi Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Kofax®, pemasok perangkat lunak Automasi Cerdas terkemuka untuk transformasi alur kerja secara digital, hari ini mengumumkan Bagian 3 dari Intelligent Automation Benchmark Study (Penelitian Tolok Ukur Automasi Cerdas) berupa makalah kepemimpinan pemikiran yang disusun Forrester Consulting berdasarkan penugasan Kofax. Seiring percepatan inisiatif transformasi digital yang dilakukan berbagai perusahaan akibat pandemi global, para pimpinan bisnis harus semakin selektif memutuskan proyek automasi mana yang akan didanai. Menurut penelitian tersebut, kesimpulannya jelas: automasi alur kerja yang memiliki “DNA” inteligensi dokumen, orkestrasi proses, dan sistem terkoneksi akan menghasilkan imbal hasil (ROI) paling maksimal.

“Perusahaan yang ingin tetap relevan dan kompetitif di era ekonomi digital gencar berinvestasi pada platform automasi kode rendah untuk mentransformasi operasional internal dan interaksi dengan pelanggan secara digital,” ungkap Chris Huff, Chief Strategy Officer Kofax. “Industri yang sukses akan memanfaatkan automasi dengan berfokus pada hasil dan pengalaman yang mampu menambah kapasitas perusahaan, mendorong efisiensi operasional, memberdayakan karyawan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.”

Ketika diminta mengurutkan use case teknologi automasi dari yang paling penting, jawaban teratas responden adalah yang melibatkan inteligensi dokumen. Use case ini meliputi alur kerja yang dapat menyerap, mengklasifikasi, dan mengekstrak konten tidak berstruktur dari dokumen dan sumber lain, lalu mengubahnya menjadi wawasan data yang dapat ditindaklanjuti untuk pemrosesan lebih lanjut. Use case yang dimaksud adalah Automasi Proses Robotik (RPA) 61%, Kecerdasan Buatan (AI)/pembelajaran mesin 43% dan Automasi Proses Digital (DPA) 40%

Responden juga menyatakan mereka memprioritaskan kapabilitas automasi yang difokuskan pada orkestrasi proses untuk memastikan keberhasilan manajemen tenaga kerja digital secara berkelanjutan pada skala yang dibutuhkan. Dikutip dari penelitian tersebut, orkestrasi proses yang paling banyak dibutuhkan adalah kemampuan untuk memitigasi gangguan proses automasi akibat perubahan pada sistem dan aplikasi terkoneksi yang mendasarinya – 35%, memusatkan analitik terkait produktivitas tenaga kerja digital dan seluruh teknologi automasi yang digunakan, termasuk pemanfaatannya dalam perusahaan – 28% dan mengorkestrasi solusi dari berbagai vendor secara terpusat – 20%

Responden penelitian juga memprioritaskan alur kerja yang bergantung pada sistem terkoneksi —yaitu kemampuan untuk menghubungkan pekerja manusia, pekerja digital, sistem, data, dan aplikasi. Secara khusus 54% responden lebih memilih platform automasi dengan solusi pelengkap yang sudah terintegrasi satu sama lain dan/atau solusi eksternal, 61% responden menginginkan vendor automasi memiliki ekosistem yang kuat termasuk lokapasar dan/atau komunitas.

Ketika ditanya mengenai jenis alur kerja spesifik yang diautomasi, jawaban responden terbagi menjadi tiga kategori use case utama, yaitu keterlibatan pelanggan, keuangan, dan operasional. Contoh alur kerja dalam tiga kategori ini adalah Automasi Tagihan, Automasi Utang Dagang, Pemrosesan Rekening Koran, Pendaftaran Pelanggan Baru, Pemrosesan Klaim, Ruang Surat Digital, Pengelolaan Keamanan Dokumen dan Pemrosesan Transaksi. 

Penelitian Tolok Ukur Automasi Cerdas Kofax disusun berdasarkan survei tahun 2020 atas 450 pengambil keputusan di bidang AI dan automasi, serta 450 kontributor perorangan di Amerika Utara, Australia, Prancis, Jerman, Hong Kong, Jepang, Singapura, Swedia, dan Inggris. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai kondisi automasi perusahaan saat ini.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *