Search
Jumat 25 September 2020
  • :
  • :

Produksi Ponsel dalam Negeri akan Capai 40 Juta

MAJALAH ICT – Jakarta. Dalam empat tahun kedepan, produksi smartphone dalam negeri diproyeksikan akan mencapai 40 juta unit. Saat ini baru ada sekitar 23 merk smartphone yang mampu diproduksi oleh Indonesia. Untuk itu Kementerian Perindustrian terus berupaya agar industri berbasis elektronik berkembang dengan menetapkan aturan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri).

Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, pasar domestik dianggap sebagai salah satu pemicu pelaku usaha di sektor ini bersemangat dalam meningkatkan produksi lantaran jumlah penduduk dan pengguna internet berbasis smartphone begitu besar. Karena itu, Airlangga optimistis industri berbasis teknologi dan aplikasi dalam negeri akan terus berkambang.

“Smartphone market di Indonesia itu 60 juta, dengan kebijakan Kemenperin kita berbasis hardware software aplikasi dan berbasis inovasi akan terus kita dorong untuk tumbuh,” kata Airlangga yang belum lama ini meresmikan pabrik ponsel Motorola dan Lenovo produksi PT Tridharma Kencana (TDK) di Serang, Banten. Pabrik ponsel berbasis 4G LTE ini dinilai  telah mampu memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 34 persen.

“Secara agregat jumlah industri (secara umum) tumbuh sekitar 8 persen, itu sama dengan industri famasi, industri berbahan karet dan beberapa industri alat angkut dan elektronika yang di atas pertumbuhan ekonomi, juga pertumbuhan sektor elektronik yang didorong oleh telekomunikasi smartphone,” katanya.

TDK sendiri memproduksi ponsel hingga 400.000 unit per bulan. Sementara, khusus ponsel Lenovo dan Motorola, dikatakannya mampu memproduksi hingga 250.000 unit per bulan. Dalam memproduksi smartphone tersebut telah menggunakan perangkat berteknologi tinggi serta menggunakan standar dan kualitas kontrol di bawah pengawasan Motorola Mobility USA.

Menurut Airlanggam hal itu membuktikan bahwa Indonesia mampu mengembangkan industri teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, Indonesia menjadi salah satu pilihan menarik dan tepat untuk berinvestasi, karena merupakan pasar terbesar ketiga di Asia setelah Tiongkok dan India.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *