MAJALAH ICT – Jakarta. Beberapa waktu lalu, PT Telkom secara resmi telah menghentikan layanan telekomunikasi FWA berbasis teknologi CDMA. Dan ke depannya, pelanggan Flexi dimigrasikan untuk menjadi pelanggan Telkomsel. Proses migrasi saat ini sudah mulai berlangsung.
Demikian disampaikan Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, M. Ridwan Effendi. Menurut Ridwan, migrasi dimulai di kota-kota yang tidak terlampau besar lebih dulu, untuk dilihat dampak dan jalannya proses migrasi. "Kemarin kami dari Kediri memantau proses migrasi," ungkap Ridwan.
Dijelaskan Ridwan, migrasi berlangsung lancar dimana setiap hari dilakukan migrasi untuk sekitar 200 pengguna flexi di wilayah tersebut. "Untuk migrasi diberikan kompensasi tergantung dari pengeluaran rata-rata pengguna tiap bulannya. Jika pengeluaran tidak terlalu besar, maka akan diberikan voucher pulsa. Sementara jika pengeluarannya besar, diberikan ponsel GSM pengganti dengan beragam tipe dan harga, sesuai dengan besaran ARPU tersebut," jelas Anggota BRTI dua periode ini.
Ridwan menambahkan, untuk pengguna Flexi tidak perlu khawatir dengan nomor yang berubah jika beralih ke Telkomsel yang menggunakan penomoran seluler, bukan telepon tetap laksana telepon rumah. "Diberikan penomoran seluler yang 4-5 angka terakhirnya sama dengan nomor yang dipegangnya sekarang. Selain itu, nomor Flexi masih tetap bisa dihubungi hingga Desember 2015, meskipun ponsel dan SIM card nya berubah," tutur Ridwan.
Ditambahkannya, setelah wilayah seperti Kediri, Manado, baru nanti migrasi akan dilakukan pada kota-kota besar. "Karena penggunanya banyak, maka penukaran SIM Card akan dilakukan selain di kantor Telkom, juga akan dilakukan di gerai-gerai Telkomsel," pungkas Ridwan.

















