Search
Selasa 25 Juni 2024
  • :
  • :

Proyek Serat Optik Palapa Ring Dipastikan Mulai Beroperasi Akhir 2018

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengeaskan bahwa proyek pembangunan serat optik Palapa Ring akan rampung dan beroperasi pada akhir 2018. Sehingga dengan pembangunan serat optik yang menjangkau berbagai daerah terpencil ini terbagi menjadi tiga wilayah yaitu barat, tengah, dan timur, seluruh wilayah Indonesia bisa terhubung dengan broadband. 

"Jadi, pada 2019 semua ibu kota kabupaten dan kotamadya telah terhubung dengan broadband," kata Rudiantara di Jakarta. Proyek Palapa Ring merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional, yang menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Proyek ini akan membangun infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional di daerah-daerah non-commercial demi pemerataan akses pitalebar (broadband) di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, proyek Palapa Ring merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pertama dalam sektor telekomunikasi, dengan menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment (AP). Skema ini diprakarsai oleh Kementerian Keuangan dan sumber dana availability payment berasal dari dana kontribusi Universal Service Obligation (USO).

Proyek Palapa Ring melayani 57 kabupaten/kota di Indonesia, terbagi menjadi; Paket Barat menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau (sampai dengan Pulau Natuna) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.000 km. Paket Tengah menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai dengan Kep. Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km. Paket Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua, sampai dengan pedalaman Papua, dengan total panjang kabel serat optik sekitar 6.300 km.

Menkominfo meyakini jika pembangunan jaringan serat optik ini tuntas, maka masyarakat dapat menikmati kecepatan akses data yang lebih merata. Pasalnya saat ini masih terjadi kesenjangan mengingat kecepatan pengunduhan data di Jakarta mencapai 7 megabit per detik, sedangkan di wilayah timur hanya 300 kilobit per detik. Rudiantara mengatakan pemerintah juga akan mengatur tarif akses data yang dipatok oleh operator, tapi tidak akan menetapkan tarif bawah dan atas, agar terjadi kompetisi.