Search
Kamis 25 Februari 2021
  • :
  • :

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Tandatangani Fasilitas Kredit USD 275 Juta (Fasilitas F)

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk. (“TBIG”) telah menandatangani fasilitas pinjaman bank revolving sebesar USD 275 juta (“Fasilitas Pinjaman Revolving”).

Fasilitas Pinjaman Revolving USD 275 juta yang baru ini (“Fasilitas F”) telah mendapatkan permintaan sebesar USD 645 juta, yang menegaskan bahwa pemberi pinjaman TBIG terus mendukung pertumbuhan bisnis dengan kuat. Fasilitas F akan digunakan untuk membayar di muka pinjaman berjangka sebesar USD 275 juta (“Fasilitas D”). Fasilitas F memiliki tanggal jatuh tempo pada bulan Juni 2026 dan dengan bunga Libor ditambah 175 basis poin, yang lebih rendah 25 basis poin dari Fasilitas D.

Minggu lalu, TBIG telah menetapkan surat utang senior tanpa jaminan jatuh tempo 2026 sebesar USD 300 juta dengan suku bunga 2,75% (“Surat Utang 2026”). Surat Utang 2026 telah mendapatkan peringkat BBB- Investment Grade dari Fitch Ratings. Surat Utang 2026 membiayai kembali sebagian utang yang masih terhutang berdasarkan RCF yang ada.

Setelah memperhitungkan penerbitan Surat Utang 2026, kami akan memiliki lebih dari USD 500 juta fasilitas berkomitmen dan belum ditarik berdasarkan RCF kami yang ada, yang akan tersedia dan dapat dipinjam kembali.

TBIG terus memilki cukup ruang untuk menggunakan pinjaman tambahan berdasarkan financial covenants untuk tidak lebih dari 5,0x rasio pinjaman senior bersih (net senior debt) terhadap EBITDA yang disetahunkan untuk pinjaman bank.

Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG, berkomentar, “Kami memiliki struktur utang yang sangat kuat dengan utang jangka panjang yang telah terlindung nilai dan ketersediaan komitmen kredit yang cukup serta ruang yang cukup besar berdasarkan financial convenants kami. Fasilitas F dan Surat Utang 2026 yang baru ini telah mengurangi biaya bunga kami serta memperpanjang rata-rata tenor struktur utang kami.”

“Di tengah pandemi global COVID-19 yang sedang berlangsung, bisnis kami terus menunjukkan ketahanannya dengan pendapatan kontrak jangka panjang dan terjamin dari operator telekomunikasi berperingkat tinggi. Selain itu, kami mempertahankan strategi lindung nilai kami dengan menggunakan instrumen derivatif lindung nilai yang sesuai dengan jatuh tempo utang. Kami memiliki fleksibilitas untuk terus tumbuh secara organik, membiayai akuisisi dan menerapkan kebijakan pengembalian untuk pemegang saham,” tambah Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *