MAJALAH ICt – Jakarta. International Telecommunication Union (ITU), lembaga di bawah PBB, akan menyelenggarakan Rapat Akbar atau dikenal dengan ITU Plenipotentiary Conference (PP-14) yang akan digelar di Busan, Korea Selatan. Dalam kesempatan ini, Indonesia kembali mengajukan diri untuk menjadi Council Member State. Perhelatan PP-14 sendiri akan digelar dari 20 Oktober hingga 7 November mendatang. Selain council Member States, Indonesia juga mengajukan diri dalam Radio Regulation Board.
Indonesia akan mengikuti pemilihan council Member state untuk Region E yang terdiri dari wilayah Asia dan Australasia. Untuk wilayah ini, ada 13 kursi keanggotaan yang diperebutkan oleh 18 negara. Dalam PP ke-13 di Guadalajara, Meksiko, 2010, Indonesia meneruskan tradisi terpilih sebagai Council Member State dengan suara terbanyak.
Sementara itu, untuk anggota Radio Regulation Board, yang diajukan Indonesia menjadi Anggota adalah Meiditomo Sutyarjoko. Sosok yang dirasa cukup asing di sektor telekomunikasi Indonesia ini posisi terakhirnya adalah membantu BRI dalam menyiapkan satelit yang akan diluncurkannya pada 2016 mendatang.
Meiditomo disebut-sebut pernah bekerja di beberapa perusahaan pembuat satelit. Selain itu, kehadiran Meiditomo juga ditopang oleh endorsement dari Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan yang menyebut Meidiutomo adalah seorang ahli satelit yang dipercaya oleh negara maju.
"Suatu hari, dua tahun lalu, Meiditomo liburan ke Jakarta. Dia memperkenalkan diri kepada saya. Meiditomo mengatakan suatu saat nanti Indonesia harus bisa meluncurkan satelitnya sendiri. Dia merasa mampu," ungkap Dahlan beberapa waktu lalu. Dikatakan juga oleh Dahlan, Meiditomo, yang juga adik kandung Dirut PT Batan Tekno, Yudiutomo Imarjoko, juga sudah melakukan studi di pantai mana di Indonesia ini yang terbaik untuk tempat peluncuran satelit.

















