Search
Selasa 20 Januari 2026
  • :
  • :

Rencana Tukar Guling Mitratel, Telkom akan Tunggu Pemerintah Baru

MAJALAH ICt – Jakarta. PT Telekomunikasi Indonesia dikabarkan menunda rencana penjualan PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dengan sistem tukar guling dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Rencana ini ditunda menunggu pemerintahan baru yang tinggal kurang dari sebulan.

Mengenai penundaan rencana, hal itu juga sudah disampaikan kepada seluruh pemegang saham. Penundaan juga dikarenakan manajemen ingin melihat bagaimana kebijakan pemerintahan Jokowi-JK ke depan. Meski, menurut sumber, hal itu bukan artinya rencana tukar guling dengan TBIG akan diubah, karena konsepnya sudah demikian matang.

Sebagaimana diketahui, Telkom sebagai induk usaha Mitratel akan memonetisasi Mitratel. Mitratel akan ditukar guling Mitratel dengan TBIG. Telkom berencana untuk mengakuisi TBIG. Caranya, pembayaran akuisisi terhadap TBIG dilakukan dengan menukarkan 49% saham Mitratel. Rencana ini pernah disampaikan Direktur Keuangan Telkom, Honesti Basyir. Honesti mengatakan, Telkomingin menjadi pemain terbesar di bisnis tower dengan mengakuisisi TBIG dan menukarnya dengan 49% saham Mitratel.

Mendengar rencana tersebut, DPR berteriak. Menurut Anggota DPR Komisi VI DPR, Arif Minardi, diduga ada sesuatu di balik aksi korporasi Telkom yang akan melakukan tukar guling saham Mitratel. "Ini menyesatkan publik. Ada udang di balik batu manuver Telkom itu," tegasnya. Arif menambahkan, DPR meminta manajemen Telkom tidak melakukan aksi korporasi itu. Sebab, DPR telah menolak rencana penjualan Mitratel karena melanggar Undang-Undang No. 17/2003 tentang Keuangan Negara. Menurutnya, seharusnya Telkom memindahkan aset menara yang ada tersebut ke Mitratel untuk mewujudkan perusahaan tower dengan jumlah 10.000 tower.

Rencana tukar guling memang tidak diketahui publik sebelumnya. Dari berbagai opsi, initial public offering (IPO) atau backdoor listing menjadi opsi utama kebijakan yang akan diputuskan Telkom. Menurut Direktur Innovation & Strategic Portfolio Telkom, Indra Utoyo, sebelum mengerucut pada dua opsi, sebelumnya ada lima opsi yang dijadikan pertimbangan bagi Telkom mengenai akan diapakan Mitratel. Opsi itu adalah djual, backdoor listing, merger, IPO atau tidak dilakukan tindakan apa-apa terhadap Mitratel.

"Dari lima opsi tersebut, telah dipilih dua, yaitu IPO dan backdoor listing. Namun, keputusan baru akan diambil pada kuartal ketiga tahun ini," ungkap Indra. Ditambahkan Indra, ke depan Mitratel juga akan difokuskan pada bisnis menara telekomukasi. Bisnis lainnya selain tower, akan dipndahkan ke Infratel. "Implementasinya mungkin dimulai awal 2015," ujar Indra.