Search
Selasa 23 Juli 2024
  • :
  • :

Roy Suryo: Saya Sudah Mengingatkan Soal Penyadapan Sejak 10 Tahun Lalu

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Pemuda dan Olah Raga yang juga Pengamat Telematika KRTM Roy Suryo mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengingatkan mengenai penyadapan sejak sepuluh tahun lalu. Hal itu bisa dilihat dari dokumen paparannya di Kepolisian RI mengenai aktivitas penyadapan yang terjadi di Indonesia.

Demikian dikatakan Roy saat memberikan Keynote Speech diskusi bertajuk ‘Generasi Muda Bangsa Menyikapi Aksi Penyadapan‘ yang digelar Indonesia ICT Institute bersama Kemenpora di kantor Kemenpora. "Untug ada teman-teman media yang jeli dan masih memiliki dokumen paparan saya sepuluh tahun lalu," kata Roy.

Dalam dokumen paparannya, "Perkembangan ICT dan Kasus-kasusnya di Indonesia", Roy telah menyampaikan ancaman kebocoran informasi. Hal itu sudah dipresentasikan Roy dalam Rakernis Telematika Kepolisian RI. Dalam catatan Roy, yang sempat bocor adalah percakapan Presiden Habibie saat menjabat dengan Jaksa Agung Andi M. Ghalib mengenai pembelian buffer stock minyak dari Singapura. "Kemudian ada juga bocoran hasil rapat intern Polda Papua di Jayapura 5 Juli 2002 tentang rencana operasi ‘Adil Matoa’," ungkap Roy.

""Menurut Roy yang juga petinggi Partai Demokrat ini, Indosat memiliki infrastruktur telekomunikasi paling lengkap, mulai dari jaringan serat optik, satelit hingga BTS seluler dan FWA. Diungkap oleh Roy, sejak satelit Palapa bukan milik Indonesia, sejak itulah penyadapan dilakukan. Indosat sendiri dilepas oleh Menteri BUMN Laksamana Sukardi pada tahun 2002 saat Megawati menjabat sebagai Presiden RI.

 

Dalam kesempatan itu, Roy mempertegas bahwa penyadapan makin jelas setelah Indosat dijual pada pihak asing. "Saya tidak ingin mengatakan itu zaman siapa presidennya, namun sejak Indosat dijual itulah penyadapan kian marak karena satelit Palapa berada di luar kendali," ujar Roy.

Menyinggung apa yang disampaikan Direktur Utama Indosat Alexander Rusli yang mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menggunakan nomor Indosat, Roy menegaskan bahwa ini bukan soal nomor. "Tapi jaringan satelit dimana yang disadap adalah satelit Palapa," tandas Roy.

Mengenai concern Roy terhadap kasus ini, juga karena ada nama Tono suratman, yang saat itu masih Kolonel, yang juga pernah disadap. Dan Tono Suratman, kini adalah Ketua KONI.