Search
Rabu 22 Mei 2024
  • :
  • :

Saham Candy Crush Ternyata Tak Semanis Namanya

MAJALAH ICT – Jakarta. Bagi para pencinta games, Candy Crush bukan lagi games yang asing karena games ini dinobatkan sebagai "The Most Popular Games" di Facebook. Tidak mengherankan jika kemudian Candy Crush melakukan penawaran saham perdana (IPo) di Bursa Saham New York. Namun sayangnya, upaya Candy Crush tidak semanis ‘candy’ yang diusungnya karena hanya mengumpulkan 500 juta dolar AS atau sekitar Rp. 5,75 triliun.

Candy Crush sendiri membawa nama King Digital, developer games-nya. King tentu ingin seperti Facebook dan Twitter yang sukses di bursa saham. Namun, beberapa analis meragukan kesuksesan King di bursa, karena sejauh ini, perusahaan pengembang game seperti Zynga yang melantai di bursa harus berjuang mempertahankan kesuksesan di masa kejayaan. Dalam penawaran umum perdana itu, King menjual 22,2 juta saham dengan harga 22,5 dolar AS per lembar. King mengatakan mereka berencana untuk menggunakan uang itu sebagai modal kerja dan pembiayaan lain.

Hingga Desember 2013, Candy Crush memiliki hingga 93 juta pengguna. Candy Crush merupakan game gratis yang paling banyak diunduh di ponsel pada 2013 lalu dan diprediksi telah diunduh sebanyak 500 juta kali hingga saat ini. King meraup penghasilan 1,89 miliar dolar AS pada 2013, dengan Candy Crush menyumbang 78 persen dari total penghasilan.

Pendiri dan CEO King, Riccardo Zacconi, mengatakan, saat ini perusahaan telah meluncurkan lima game untuk perangkat mobile. Dan, menurutnya, semua game itu memiliki basis pengguna yang besar. Hal itu, katanya, karena pengguna ponsel meningkat dan mereka menghabiskan banyak waktu untuk bermain game.