Search
Kamis 18 April 2024
  • :
  • :

Saksi Ahli Nyatakan Kerugian Sedot Pulsa Capai Rp. 19 Miliar

MAJALAH ICT – Jakarta. Dari sidang kasus sedot pulsa yang mendakwa Direktur Utama PT Colibri Network, Nirmal Hiroo Bharwani, alias HB Naveen terungkap bahwa kerugian yang disebabkan praktek pencurian pulsa tersebut mencapai Rp. 19 miliar. Angka ini disampaikan Ahli digital Forensik dari Mabes Polri, M. Nuh Al Azhar.

Menurut Nuh, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, angka itu didapat dari 4 log file yang diberikan penyidik Bareskrim untuk dianalisa besaran kerugian yang diderita konsumen, khususnya korban Feri Kuntoro. "Kita diminta untuk melakukan analisa digital forensik secara statistik untuk melihat kerugian. Kesimpulannya, estimasi kerugian sekitar Rp. 19 miliar," ungkap Nuh.

Mendengar penjelasan Nuh, kuasa hukum terdakwa, John Azis kemudian mempertanyakan bagaiaman saksi ahli mendapatkan angka Rp. 19 miliar tersebut. "Dari sekitar 643 ribu lebih nomor, kita menggunakan salah satu metode statistik dan mengambil 400 sampel untuk menghitung kerugian. Dari bulan Februari sampai September, rata-rata Feri Kuntoro menerima 16 sms per bulan," papar Nuh. 

Memang jika hanya 16 SMS per bulan, maka kerugian per bulan sekitar Rp. 32 ribu Jika menggunakan 8 bulan perhitungan, maka mencapai Rp. 256 ribu. NAmun, Nuh kemudian juga menghitung kerugian pengguna lain yang tidak bisa melakukan unregisterasi langganan. "Unreg tidak bisa dilakukan pelanggan tidak mengetik sesuai dengan kode yang diberikan serta jaringan provider pada saat itu sedang drop," jelas Nuh.

Dalam persidangan, selain Nuh, dihadirkan pula tiga saksi lain,  yaitu Ferry Andriono, Nonot Harsono dan Yusuf Sofhie.