MAJALAH ICT – Jakarta. Pendaftaran domain Anything.id periode Sunrise telah ditutup. Sampai batas masa akhir pendaftaran, ada 807 pemegang merek yang berhasrat untuk menggunakan domain tingkat satu .id ini. Bagi para pendaftar yang sudah melakukan pembayaran dan mengaktifkan nama domain anything.id nya, pihak PANDI akan dikirimkan authcode.
Dari informasi yang disampaikan PANDI sebagai pengelola nama domain di Indonesia, beberapa merek yang sudah mendaftar untuk mendapatkan domain .id di antaranya adalah acura.id, adventure.id, agrowisata.id, ahp.id, alexis.id, alpha.id, alps.id, amanah.id, anakvidoran.id. Kemudian ada juga rumahweb.id, 123.id, 2c2p.id, 4life.id, accurate.id, acelife-agency.id, acelife.id, achillesradial.id serta act.id. "Sudah 583 Merek mendaftarkan nama Domain ID," kicau @PANDI_ID.
Dengan domain baru ini, pengguna bisa menggunakan domain .id sebagai top level domain, tidak lagi second level domain sebagai praktek selama ini. Keputusan ini didapat setelah disetujuinya penggunaan .id oleh Forum Nama Domain Indonesia sebagai pemangku kebijakan tertinggi nama domain Internet di Indonesia."Pengelola Nama domain Internet Indonesia yang sudah memiliki Sertifikat Merek atau Formulir Pendaftaran Merek dapat mendaftarkan nama domain yang diinginkan pada halaman https://daftar.domain.id," demikian disampaikan PANDI dalam siaran pers nya.
Ketua Umum PANDI Andi Budimansyah mengatakan, penggunaan nama domain baru ini juga menunjukkan komitmen kepada bangsa. "Anything.id ini juga menyangkut kemandirian bangsa, sebab server domain ada di dalam negeri dan dikelola sendiri," ujar Andi. Dengan pengelolaan di dalam negeri dan secara mandiri, tambahnya, maka trafik menjadi lebih cepat, lebih hemat bandwidth dibandingkan server domain yang berada di luar negeri.
Perusahaan atau perorangan bisa mendaftarkan entitas dan nama yang diinginkan mulai 20 Januari 2014 dalam sejumlah tahapan. Tahap pertama adalah Sunrise, di mana pemegang merek (yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM) berhak membeli domain .id sesuai merek yang mereka miliki. Tahapan ini berlangsung selama 3 bulan setelah tanggal 20 Januari 2014.
Setelah itu berlaku tahapan Grandfather di mana pemilik second level domain .id bisa mendaftarkan domain Anything .id-nya, misalnya pemilik teknologi.co.id mendaftarkan kepemilikan untuk teknologi.id. Tahapan ini berlangsung dua bulan. Setelah memasuki tahap Landrush, konsumen bisa berebut nama domain yang diinginkan. Jika dua atau lebih pihak yang memenuhi syarat berebut suatu nama domain tertentu, PANDI akan melakukan pelelangan dengan pihak-pihak yang terkait. Setelah tahapan-tahapan tersebut usai, konsumen bisa mendaftarkan domain Anything .id-nya secara reguler dengan prinsip First Come First Serve.

















