MAJALAH ICT – Jakarta. Fabrikan ponsel yang saat ini menjadi ponsel ‘Sejuta Umat" Samsung Electronics Company, nampaknya mulai memasuki siklus lima tahunan alias penurunan setelah beberapa tahun mengalami peningkatan. Bahkan Samsung memperkirakan, pendapatan laba pada kuartal kedua 2014 tidak akan begitu bagus.
Demikian diungkap Chief Financial Officer Samsung, Lee Sang Hoon. Menurut Lee sebagaimana dilansir Bloomberg, Samsung memperkirakan meraup laba usaha sebesar 8,2 miliar dolar AS pada periode April-Juni. Keuntungan ini menurut dari angka sebelumnya karena penjualan perangkat Samsung Galaxy mengalami penurunan akibat tekanan dari iPhone besutan Apple di pasar high-end, dan produsen perangkat murah asal China di pasar low-end.
“Menguatnya daya saing pemain lokal di emerging market mengganggu penjualan perangkat low-end Samsung. Alasan utama di balik penurunan estimasi laba sebagian besar disebabkan oleh melemahnya penjualan smartphone," kata Jin Sung Hae, analis dari KTB Investment & Securities. Pengapalan smartphone Samsung, diperkirakan turun menjadi 78 juta unit pada kuartal kedua dari 87,5 juta unit di periode tiga bulanan sebelumnya.
Persaingan telah memangkas margin laba Samsung setelah banyak pabrikan memperkenalkan smartphone dengan layar lebih besar, segmen yang awalnya dirintis raksasa teknologi yang berbasis di Suwon, Korea Selatan itu, dengan sejumlah perangkat seperti Galaxy Note dengan layar berukuran 5,7 inci. Pemasok untuk Apple di China disebutkan akan memulai produksi massal dari iPhone terbesar bulan depan.
Namun harapan masih ada. Samsung berhasil melepas Galaxy S5 sebanyak sepuluh juta unit dalam 25 hari setelah dirilis secara global. Tentu ini merupakan harapan yang terus ditumbuhkan Samsng karena merupakan rekor tersendiri bagi Samsung.

















