MAJALAH ICT – Jakarta. Setelah sidik jari dan iris scanner, Samsung kini mematenkan cara baru untuk otentifikasi pengguna. Otentifikasi untuk perangkat jam tangan pintarnya ini menggunakan biometrik yang unik, yaitu dengan merasakan struktur vena pengguna dan denyut.
Dalam paten yang diajukan ke Amerika Serikat Paten dan Trademark Office, Samsung menggambarkan suatu sistem dimana sensor cahaya bekerja sama dengan sensor kamera dapat melacak struktur vena pengguna, dengan kemampuan untuk juga mendeteksi denyut pengguna. Kedua hal tersebut merupakan sesuatu yang unik untuk individu sama seperti sidik jari, hanya ketika pengguna memakai jam tangan pintar itu dapat diakses.
Paten juga menunjukkan bahwa perangkat lunak dibantu dengan teknologi tersebut juga bisa menawarkan daftar kontak khusus dan nada dering pada identifikasi pengguna. Sistem ini juga dapat menemukan aplikasi otentikasi pengguna seperti kontrol akses.
Aplikasi dan fungsi akan menjadi seperti pemindai sidik jari dimana pembacaan awal akan disimpan ke profil pengguna, yang akan digunakan untuk mengotentikasi diri berikutnya. Samsung menggunakan teknologi berbasis inframerah untuk fitur ini karena dapat mengidentifikasi karakteristik unik dari vena seseorang.
Seperti yang ditunjukkan dalam paten diajukan, sensor kamera yang dipasang di sisi depan jam ini dan akan memindai area putaran yang ditampilkan pada punggung tangan pengguna dan merekam struktur pembuluh darah. Ini akan menyimpan gambar ini dari vena dan kemudian membandingkannya setiap kali upaya otentikasi dibuat.
Sebelumnya, paten dari Samsung bahkan telah menyarankan menggunakan detak jantung seseorang sebagai alat otentikasi.

















